Sejak Sabtu lalu, tepatnya tanggal 14 Maret, sebuah posko kesehatan baru sudah beroperasi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Jayapura. Ini adalah inisiatif Balai Kekarantinaan Kesehatan setempat untuk menyambut gelombang mudik Lebaran 2026 nanti. Intinya, mereka ingin memastikan kondisi para pelintas batas tetap prima di tengah tingginya mobilitas.
Maya Wijayani Purba, yang mengepalai BKK Wilayah Kerja Skouw, menjelaskan alasan di balik pembentukan posko ini. Menurutnya, ini langkah antisipatif. “Kami hadirkan posko kesehatan agar kondisi kesehatan pelintas terjaga, terutama saat mobilitas tinggi seperti Lebaran. Selain periksa, kami juga beri edukasi soal pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan selama perjalanan lintas batas,” ujar Maya dalam rilis pers yang diterima Rabin kemarin.
Layanannya sendiri cukup lengkap untuk pemeriksaan dasar. Gratis pula. Siapa saja, baik WNI maupun WNA, bisa mengecek asam urat, kolesterol, gula darah, bahkan malaria. Cukup datangi saja posko yang berada di area ‘checkpoint’ kedatangan.
Di sisi lain, Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih, melihat ini sebagai bagian penting dari layanan terpadu. Kehadiran posko kesehatan, katanya, punya nilai strategis.
“Ini untuk memastikan pelintas sehat dan aman saat melintasi PLBN Skouw. Sinergi antarinstansi seperti inilah wujud nyata pemberian pelayanan terbaik buat masyarakat,” terang Ni Luh.
Baginya, kolaborasi semacam ini adalah kunci. Terutama di kawasan perbatasan yang langsung berbatasan dengan Papua Nugini. Dengan kerja sama yang solid, pengawasan dan pelayanan kesehatan bisa berjalan optimal.
Harapannya jelas. Dengan beroperasinya posko ini, arus mudik dan balik Lebaran 2026 di perbatasan itu bisa berlangsung lebih aman, lancar, dan tentu saja sehat. Sekaligus, ini jadi penanda peningkatan kualitas layanan di ujung paling timur Indonesia.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi