Memang, penampilan Marquez sepanjang 2025 terlihat sangat mengesankan. Di usia yang tak lagi muda dan dengan segudang catatan cedera di belakangnya, ia tetap menjadi sosok paling mematikan. Guidotti menegaskan, perkembangan itu mencakup aspek teknis dan mental. Kombinasi keduanya lah yang bikin dia makin berbahaya setiap balapan.
Yang lebih menakutkan, Guidotti memprediksi bayang-bayang dominasi ini akan berlanjut ke MotoGP 2026. Meski saat ini Marquez sedang dalam pemulihan cedera akibat insiden di MotoGP Indonesia, hal itu dipandang tak akan mengurangi ketajamannya. Justru, kelemahan lamanya yang sudah hilang.
Dulu, Marquez kerap dikritik karena terlalu impulsif. Bertindak spontan, ambil risiko berlebihan, tanpa terlalu pikir panjang soal konsekuensinya. Karakter itu yang dulu kadang menjerumuskannya.
Namun begitu, itu semua sudah berubah. “Sebelumnya, mungkin dia memiliki beberapa kelemahan, dan kelemahan itu, katakanlah, adalah impulsivitasnya. Sekarang dia tidak lagi memilikinya. Jadi, dia praktis tak terkalahkan,” papar Guidotti.
Sementara sang juara beristirahat, dunia MotoGP sendiri sedang memasuki masa libur musim dingin. Fokus berikutnya adalah tes pramusim, yang rencananya digelar di Malaysia awal Februari 2026, lalu dilanjutkan di Thailand. Dari sana, perjalanan baru menuju gelar berikutnya akan dimulai. Dan semua mata, sekali lagi, akan tertuju pada Marquez.
Artikel Terkait
Malik Risaldi dan Jejak Sananta yang Mulai Terlihat di Surabaya
Ragnar Oratmangoen: Pintu Transfer ke Persebaya Mulai Terbuka?
Duel Sengit Indonesia di Semifinal Thailand Masters, Tiga Tiket Final Sudah Di Kantong
Babak Play-Off Liga Champions: Jalan Berduri Menuju 16 Besar