Adies Kadir Tinggalkan Kursi Wakil Ketua DPR, Siap Masuk Mahkamah Konstitusi

- Rabu, 28 Januari 2026 | 08:00 WIB
Adies Kadir Tinggalkan Kursi Wakil Ketua DPR, Siap Masuk Mahkamah Konstitusi

Rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Selasa lalu, akhirnya memutuskan satu nama. Adies Kadir resmi ditetapkan sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi. Keputusan ini, otomatis, mengubah peta pimpinan DPR. Posisi Wakil Ketua DPR yang ditinggalkannya kini akan diisi oleh Sari Yuliati, yang selama ini dikenal sebagai Bendahara Umum Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi III.

Rapat itu sendiri dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa. Suasana di ruang sidang terbilang mulus. Setelah laporan dari Ketua Komisi III, Habiburokhman, persetujuan pun diajukan ke seluruh anggota dewan yang hadir. Dan jawabannya seragam: setuju.

“Selanjutnya kami menanyakan kembali kepada sidang Dewan terhormat,” ucap Saan Mustopa memastikan, “terhadap laporan Komisi III atas penggantian yang menyetujui Saudara Adies Kadir sebagai hakim Konstitusi pada Mahkamah Konstitusi usul DPR, apakah dapat disetujui?”

“Setuju,” sahut para peserta rapat kompak.

Jadi, beres sudah. Proses pergantian ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, DPR sudah menyetujui Inosentius Samsul sebagai pengganti Arief Hidayat. Namun kemudian muncul perubahan, dan pilihan akhir jatuh ke Adies Kadir.

Dengan keputusan ini, jalan Adies Kadir pun jelas. Ia akan segera dilantik dan mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden. Setelah dari Senayan, tugas barunya akan ia jalani di gedung MK di Jalan Medan Merdeka Barat. Perpindahan yang cukup signifikan.

Namun begitu, langkahnya ke MK ini berarti ia harus meninggalkan banyak hal. Adies Kadir sudah mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua sekaligus anggota DPR. Bahkan, lebih dari itu. Partai Golkar pun ia tinggalkan.

Sekjen Partai Golkar, M Sarmuji, mengonfirmasi hal ini. Ia menyebut pengunduran diri Adies bukan hanya dari kursi dewan.

“Ya, Pak Adies mengundurkan diri sebagai kader partai,” kata Sarmuji, sehari sebelum rapat paripurna digelar.

Kini, semua mata tertuju pada proses selanjutnya. Bagaimana Adies Kadir akan beradaptasi di lingkungan baru, dan siapa yang akan mengisi dinamika di internal DPR pasca-rotasi ini. Perubahan memang selalu menarik untuk diikuti.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar