Menilik jalannya pertandingan, sebenarnya UPI punya peluang. Beberapa kali Nizrina dan Eggi Risma Arifani mengancam, tapi finishing yang kurang akurat membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua justru jadi bumerang. STKIP Pasundan seperti mendapat energi baru. Dua gol cepat mereka ciptakan dalam rentang dua menit, lewat Zalfa Alya Putri Wiguna di menit ke-33 dan Zilfa Aninda Zevanya di menit ke-35. UPI sempat bangkit lewat gol Risty Dewi Utami (37'), tapi waktu sudah tak mencukupi untuk menyamakan kedudukan.
“Mungkin peluang kita sudah ciptain sebagus mungkin, tapi takdir berkehendak lain,” kata Nizrina, menyesali peluang yang terbuang. “Kita belum bisa memanfaatkan peluang seminimal mungkin. Mungkin STKIP bisa lebih bisa memanfaatkan peluang dari pertandingan itu.”
Kekalahan ini tentu pahit. Tapi perjalanan belum berakhir. Masih ada fase nasional yang menanti. Nizrina, yang juga atlet sepak bola wanita Jawa Barat peraih emas PON XXI Aceh-Sumut 2024, sudah menatap ke depan.
“Saya sih penginnya memberikan yang terbaik. Kalau kita tadi cuma kurang fokus aja, kurang memanfaatkan peluang. Itu yang bakal saya maksimalin di nasional lagi,” pungkasnya penuh tekad.
Artikel Terkait
Suporter PSM Makassar Desak CEO Turun Tangan Usai 11 Laga Tanpa Kemenangan
DallIgna: Marquez Hanya Tersandung Nasib Buruk di Thailand
Suporter PSM Makassar Desak Evaluasi Pelatih Usai 11 Laga Tanpa Kemenangan
Kekalahan PSM Picu Kerusuhan Suporter, Rombakan Besar Kepelatihan Menguat