Densus 88 Antiteror Polri mengungkap fakta terbaru mengenai pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara. Menurut penyelidikan, pelaku yang masih berstatus Anak Dalam Perlindungan Hukum (ABH) terinspirasi oleh aksi-aksi ekstrem dari berbagai peristiwa penembakan di luar negeri.
Kepala PPID Densus 88 Anti Teror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyatakan dalam konferensi pers bahwa pelaku telah melakukan penelitian mendalam sejak awal tahun 2025. Motivasi utama aksinya didorong oleh rasa dendam akibat pengalaman pribadi yang dialaminya.
"Pelaku aktif mencari informasi mengenai berbagai metode kekerasan yang dilakukan pelaku di luar negeri. Dari situ dia mendapatkan inspirasi untuk melakukan aksinya," jelas Mayndra dalam keterangan resminya.
Bukti konkret terungkap dari senjata mainan yang dibawa pelaku saat beraksi. Pada senjata tersebut ditemukan tulisan nama-nama pelaku penembakan terkenal dari berbagai negara.
Densus 88 mengidentifikasi enam nama yang menjadi inspirasi pelaku ledakan SMAN 72. Tiga nama pertama adalah Alexandre Bissonnette (pelaku penembakan Quebec City 2017), Luca Traini (penembak imigran Afrika di Macerata 2018), dan Brenton Harrison Tarrant (pelaku penembakan masjid Christchurch 2019).
Tiga nama lainnya adalah Eric Harris dan Dylan Klebold (pelaku penembakan Columbine High School) serta Dylann Roof (penembak gereja di Amerika Serikat).
Mayndra menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki afiliasi dengan kelompok atau ideologi tertentu. "Berbagai simbol dan nama yang ditemukan hanya bersifat inspirasi semata, tidak menunjukkan keterkaitan organisasi atau paham yang konsisten," pungkasnya.
Kasus ledakan SMAN 72 Jakarta Utara ini menjadi perhatian serius pihak berwajib dalam mengantisipasi penyebaran paham radikal dan aksi kekerasan yang terinspirasi dari kejadian di luar negeri.
Artikel Terkait
Indonesia Tegaskan Komitmen Inklusif di Dewan HAM PBB di Tengah Ketegangan Global
Polisi Amankan Sebelas Pengendara Motor Pelaku Konvoi dan Perusakan Portal JLNT Casablanca
Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1 dalam Derby London Utara
DPR Mulai Susun Naskah Akademik RUU Perampasan Aset