Panduan SRAB: Solusi Praktis Hadapi Ancaman Bencana
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Kemensos bersama mitra strategisnya telah menyusun Panduan Sekolah Rakyat Aman Bencana (SRAB). Panduan ini memberikan arahan praktis bagi pengelola sekolah dan tenaga pendidik dalam memetakan potensi bahaya, menilai risiko, serta menyiapkan langkah pencegahan dan penanganan darurat. Tujuannya agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung dengan aman dalam berbagai kondisi.
Kemitraan dalam penyusunan dan pelaksanaan panduan SRAB melibatkan banyak pihak, antara lain BNPB, BMKG Bandung, Unicef, YKMI, Rumah Zakat, YABI, Disaster Management Centre Dompet Dhuafa (DMC DD), Tagana, dan MPBI.
Simulasi Realistis dan Evaluasi untuk Penyempurnaan
Kegiatan simulasi ini menandai implementasi perdana setelah penandatanganan resmi Panduan Pelaksanaan SRAB oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Simulasi melibatkan berbagai unit teknis Kemensos dan instansi terkait seperti BPBD, Damkar, Basarnas, Puskesmas, serta TNI-Polri.
Pelaksanaan simulasi diawali dengan briefing keselamatan, kemudian skenario gempa bumi yang memicu kebakaran, proses evakuasi mandiri, pendirian shelter, hingga koordinasi terpadu untuk layanan psikososial dan logistik. Perwakilan Basarnas memberikan apresiasi atas koordinasi lintas instansi yang membuat simulasi berlangsung realistis dan edukatif. Tim penilai juga memberikan rekomendasi teknis untuk penyempurnaan sistem evakuasi dan komunikasi darurat.
Kegiatan ditutup dengan demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), edukasi pertolongan pertama, dan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta, mengukuhkan komitmen menyeluruh terhadap keselamatan warga sekolah.
Artikel Terkait
Kapolri Pantau Langsung Kesiapan Arus Balik Liburan dari Command Center Bali
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak di Bakauheni
Lebih dari 1,7 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek, Puncak Arus Balik Diprediksi Pekan Ini
Rekayasa Lalu Lintas One Way Nasional Dimulai di Tol Kalikangkung untuk Arus Balik Lebaran