Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua kru telah memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam keadaan darurat. Berkat koordinasi yang solid, simulasi berhasil dilaksanakan dengan baik.
Program safety drill ini adalah kegiatan wajib dan rutin yang dilaksanakan di seluruh kapal PT Pelni, terutama dalam persiapan menghadapi puncak arus mudik seperti libur Natal dan Tahun Baru. Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menyatakan, "Kami melaksanakan workshop keselamatan kapal secara manual. Kegiatan ini rutin kami lakukan di setiap pelayaran. Dalam satu voyage, seluruh kru kapal secara berkala melakukan latihan keselamatan kapal."
Prinsip utama yang dipegang teguh oleh Pelni adalah safety first, zero accident. Artinya, keselamatan penumpang dan kru merupakan prioritas mutlak dalam setiap operasi pelayaran.
Kesesuaian dengan Regulasi Internasional SOLAS
Aldrin Dalimunte menerangkan bahwa pelaksanaan safety drill ini sepenuhnya sesuai dengan regulasi internasional Safety of Life at Sea (SOLAS) yang diratifikasi oleh International Maritime Organization (IMO).
"Tujuannya adalah agar setiap potensi kejadian darurat dapat ditangani dengan cepat dan tepat, tanpa mengorbankan jiwa manusia," tegas Aldrin. Kerja tim dan pembekalan crowd management bagi kru dinilai krusial untuk menangani kepanikan dan situasi luar biasa di atas kapal.
Profil KM Labobar
KM Labobar adalah kapal penumpang milik PT Pelni dengan kapasitas yang dapat mengangkut hingga 3.000 penumpang. Kapal ini melayani rute pelayaran yang menghubungkan Tanjung Priok, Surabaya, Makassar, Baubau, Ambon, Banda, Tual, Dobo, Kaimana, hingga Fak-Fak.
Artikel Terkait
Marquez Gagal Podium di Brasil Akibat Aspal Mengelupas
Masjid At-Thohir di Los Angeles Jadi Pusat Ibadah dan Perekat Diaspora Indonesia
Mantan Menag Yaqut Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Tunggu Keputusan Kembali ke Rutan
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun