Goiânia Marc Marquez harus menelan kekecewaan di Sirkuit Ayrton Senna, Senin dini hari tadi. Pembalap Ducati itu finis keempat pada seri MotoGP Brasil, padahal podium sempat terlihat sangat dekat. Menurut Marquez sendiri, semua bermuara pada satu kesalahan teknis saat perebutan posisi ketiga memanas.
Start dari grid ketiga, Marquez langsung menunjukkan taring. Dia berhasil menyusul Marco Bezzecchi dan duduk di posisi kedua. Tak lama, duel sengit pun tersulut dengan Fabio Di Giannantonio. Mereka berebut tempat ketiga dengan gigih, saling serang di beberapa tikungan.
Namun begitu, momentumnya buyar di satu tikungan tertentu. Aspal di bagian itu ternyata mengelupas, membuat lintasan jadi licin. Motor Ducati miliknya nyaris tak terkendali. Marquez memutuskan untuk tak memaksakan diri. Lebih baik kehilangan posisi daripada terlempar dari motor.
“Sebenarnya podium masih terbuka lebar,” ujarnya setelah balapan.
“Tapi aku salah menilai di tikungan aspal mengelupas itu. Depan motor hampir lepas, karena aku terlalu memaksa.”
Di sisi lain, Marquez tak terlalu merisaukan hasil ini. Posisi keempat dianggapnya masih lumayan, mengingat kondisi trek yang cukup tricky. Baginya, mengumpulkan poin jauh lebih penting daripada berakhir di gravel trap.
“Aku tahu Diggia sudah di belakang. Tapi ya, finis keempat tetap lebih baik daripada jatuh,” tegas sang pembalap Spanyol itu.
Balapan yang digelar pada 23 Maret 2026 ini memang menuntut kesabaran. Lintasan yang tak sepenuhnya mulus membuat banyak pembalap bermain aman. Bagi Marquez, itu pelajaran berharga untuk balapan-balapan selanjutnya.
Artikel Terkait
Iran Tuding AS Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Pasukan Garda Revolusi Balas Tembak
Pimpinan Ponpes di Lahat Diduga Cabuli Empat Santriwati, Warga Geruduk Lokasi Desak Polisi Turun Tangan
PT Simone Batang Investasi Rp429 Miliar di KEK Industropolis, Target Serap 6.000 Tenaga Kerja
Trump dan Von der Leyen Sepakat Tolak Ambisi Nuklir Iran di Tengah Negosiasi Tarif AS-UE