Mantan Jaksa Militer Israel, Yofat Tomer-Yerushalmi, ditangkap polisi Israel terkait skandal pembocoran video penyiksaan tahanan Palestina. Penangkapan ini terjadi setelah dia mengundurkan diri dari posisi Kepala Advokat Jenderal Militer.
Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi menghilang beberapa jam setelah pengunduran dirinya pada Minggu (2/11) waktu setempat. Media Israel sebelumnya sempat berspekulasi mengenai kemungkinan upaya bunuh diri sebelum penangkapannya diumumkan.
Dalam surat pengunduran diri yang dipublikasikan media Israel, Tomer-Yerushalmi mengakui bahwa kantornya bertanggung jawab merilis video penyiksaan tersebut ke media pada tahun lalu. Video ini menunjukkan aksi penyiksaan tahanan Palestina oleh tentara Israel di pangkalan militer Sde Teiman.
Skandal penyiksaan tahanan Palestina ini telah menyebabkan lima tentara cadangan Israel didakwa secara resmi sejak video bocor pada 2024. Dakwaan termasuk penggunaan benda tajam untuk menusuk tahanan Palestina di area sensitif dekat dubur.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengumumkan penangkapan Tomer-Yerushalmi melalui pernyataan di Telegram. Ben Gvir menekankan pentingnya penyelidikan profesional untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya terkait kasus yang disebutnya sebagai "fitnah berdarah" terhadap tentara IDF.
Artikel Terkait
Anggota DPR Pati Dukung Penuh Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual Santri di Ponpes Ndholo Kusumo
Pengacara Jokowi Sebut Lambatnya Proses Hukum Kasus Ijazah karena Banyak Bukti dan Saksi
Ketua TP PKK Tri Tito Karnavian Apresiasi Capaian Imunisasi Anak Sulsel, Dorong Perbaikan Pola Asuh
Menlu Iran Tiba di Beijing di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel, China Jadi Mitra Kunci