Israel sebelumnya melancarkan serangan di Gaza sepanjang malam dari Selasa hingga Rabu sebagai balasan atas tewasnya seorang tentara Israel di wilayah Palestina selatan. Menurut badan pertahanan sipil Gaza, serangan tersebut mengakibatkan lebih dari 100 korban jiwa, termasuk puluhan anak-anak.
Pada Rabu pagi, Israel mengumumkan dimulainya "penegakan kembali gencatan senjata". Baik Presiden AS Donald Trump maupun mediator Qatar menyatakan harapan agar gencatan senjata tetap dipertahankan.
Komitmen Hamas dan Kendala Teknis
Hamas menegaskan bahwa para pejuangnya "tidak terkait dengan insiden penembakan di Rafah" dan kembali menyatakan komitmen terhadap gencatan senjata. Kelompok tersebut sempat menunda penyerahan jenazah sandera dengan alasan bahwa "eskalasi apa pun akan menghambat pencarian dan penggalian jenazah".
Sejak gencatan senjata dimulai, Hamas telah mengembalikan 20 sandera yang masih hidup dan memulai proses pengembalian 28 jenazah sandera yang telah meninggal. Israel menuduh Hamas mengingkari kesepakatan, sementara kelompok militan Palestina itu berargumen bahwa mereka membutuhkan waktu untuk menemukan sisa-sisa jenazah yang terkubur di reruntuhan.
Artikel Terkait
Atap Madrasah di Bogor Ambruk, Dua Ruang Kelas Luluh Lantak
Khamenei Ancam Perang Regional, Trump Cuma Anggap Biasa
Melawan Arus Jadi Sasaran Utama Operasi Keselamatan Jaya 2026
1.126 Personel Gabungan Turun, Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Resmi Dimulai