Sekolah Rakyat Terintegrasi: Solusi Atasi Putus Sekolah di Lebak
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Program pendidikan ini diyakini mampu meningkatkan derajat dan martabat peserta didik.
Komitmen Presiden untuk Pendidikan Anak Indonesia
Dalam kunjungannya ke SRT 36 Lebak, Agus Jabo menyampaikan pesan Presiden bahwa semua anak Indonesia harus bersekolah. "Pendidikan adalah kunci untuk menaikkan derajat dan martabat," tegasnya didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Darmana Putra dan Kepala Sekolah SRT 36 Tuti Sugiarti.
Dukungan Negara untuk Mewujudkan Cita-Cita
Agus Jabo memberikan motivasi kepada para siswa untuk belajar disiplin sambil tetap menghormati orang tua. "Negara akan membantu mewujudkan cita-cita yang mungkin tidak dapat dicapai orang tua karena keterbatasan ekonomi," ujarnya. Sekolah Rakyat disebut sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.
Fasilitas Lengkap untuk Mendukung Pembelajaran
Pemerintah memastikan peningkatan fasilitas belajar secara bertahap, termasuk distribusi laptop dan seragam baru. Sistem asrama yang diterapkan juga memberikan ruang bagi orang tua untuk menjalin kedekatan dengan anak-anak mereka di waktu yang tepat.
Testimoni Siswa SRT 36 Lebak
Zaki, salah satu siswa, mengungkapkan kebahagiaannya bisa bersekolah di SRT 36 Lebak. "Terima kasih Pak Presiden Prabowo dan Kemensos yang telah memberikan kesempatan pendidikan bagi kami," katanya.
Profil SRT 36 Lebak
SRT 36 Lebak yang berlokasi di UPTD Latihan Kerja dan Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Lebak telah beroperasi sejak 30 September 2025. Sekolah dengan sistem asrama ini menampung 100 siswa (25 SD dan 75 SMP) dengan dukungan 12 guru dan 10 wali asrama.
Kehadiran SRT 36 Lebak menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah pelosok. Mereka kini dapat mengakses pendidikan gratis dengan fasilitas asrama, makanan bergizi, dan sarana pembelajaran berkualitas sebagai upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Artikel Terkait
Komisi VIII DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Pimpinan Ponpes Tersangka Pemerkosaan Santriwati
Pengemudi Pajero Sport Tabrak Pedagang Buah di Duren Sawit, Langgar Pasal Tabrak Lari
Menteri Imipas: Keberhasilan Pemasyarakatan Tak Lagi Diukur dari Aturan, tapi Dampak Nyata ke Masyarakat
Trump Hentikan Sementara Misi Bebaskan Kapal di Selat Hormuz, Klaim Ada Kemajuan Negosiasi dengan Iran