Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh sedikitnya 660 drone Ukraina dalam satu malam. Angka ini disebut-sebut sebagai salah satu yang tertinggi sejak konflik meletus empat tahun lalu, menandai eskalasi signifikan dalam perang drone yang dilancarkan Kyiv terhadap Moskow.
Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataan yang dirilis melalui platform milik negara Max, Jumat (26/6/2026), menyebutkan bahwa ratusan drone tersebut dihancurkan di lebih dari selusin wilayah. Area yang terdampak mencakup Moskow dan Semenanjung Crimea yang dianeksasi, serta wilayah perairan Laut Hitam dan Laut Azov.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan bahwa setidaknya 47 drone yang mengarah ke ibu kota Rusia berhasil dicegat.
"Spesialis layanan darurat sedang bekerja di lokasi jatuhnya puing-puing," kata Sobyanin dalam pernyataan via Telegram. Ia tidak menyebutkan adanya korban jiwa maupun kerusakan berarti akibat serangan tersebut.
Serangan drone skala besar juga dilaporkan melanda wilayah Tula, yang berjarak sekitar 180 kilometer di selatan Moskow. Gubernur setempat, Dmitry Milyaev, menyebut serangan itu bersifat "besar-besaran".
"Sebuah rumah tinggal pribadi rusak di sebuah area permukiman di distrik Shchekino, yang mengakibatkan seorang wanita terluka," ujar Milyaev.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ukraina menanggapi laporan Rusia tersebut.
Artikel Terkait
Taufik Hidayat Residivis, Pernah Dipenjara 1 Tahun 4 Bulan Atas Kasus Penganiayaan Serupa di Bandung
Menkop Dorong Percepatan Perpres untuk Operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Judi Online, Judi Darat, dan Peredaran Narkoba dalam Operasi Besar-besaran
DJP Kumpulkan Rp6,81 Triliun Pajak dari Ekonomi Digital hingga Mei 2026