Ribuan Mahasiswa UI Bertahan di Jalan Sudirman, Polisi Pasang Barikade Halau Aksi ke Bundaran HI

- Jumat, 12 Juni 2026 | 17:55 WIB
Ribuan Mahasiswa UI Bertahan di Jalan Sudirman, Polisi Pasang Barikade Halau Aksi ke Bundaran HI

Ribuan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) masih bertahan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, hingga Jumat (12/6/2026) sore. Aksi demonstrasi yang sedianya hendak menuju Bundaran HI itu terpaksa tertahan di kawasan Tosari setelah aparat kepolisian memasang barikade.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 17.40 WIB, massa tampak duduk di dekat barikade polisi. Sebagian peserta aksi mulai menepi dari tengah jalan, namun tidak sedikit pula yang tetap bertahan. Kelompok mahasiswa dari kampus lain juga mulai berdatangan dan bergabung dengan massa yang sudah lebih dulu berada di lokasi.

Di sisi lain, sejumlah pengemudi ojek online turut hadir dan bergabung dengan barisan pendemo. Mereka terlihat berupaya melewati barikade polisi untuk mencapai Bundaran HI, namun masih tertahan di titik yang sama.

Aparat kepolisian tampak mengawal jalannya aksi dengan pendekatan yang lebih cair. Beberapa personel terlihat duduk berdampingan dengan mahasiswa di tengah jalan. Pembatas besi telah dipasang di sepanjang ruas jalan untuk mengatur pergerakan massa. Personel TNI juga terlihat berada di belakang barikade polisi, ikut memantau situasi.

Suasana di lokasi masih diwarnai orasi dari para mahasiswa yang secara bergantian menyampaikan tuntutan mereka. Setidaknya ada lima poin utama yang menjadi tuntutan massa aksi. Pertama, penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Ketiga, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, penghentian militerisme di ranah sipil. Kelima, mereka mendesak Presiden Prabowo untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar