Gubernur Pramono Imbau Mahasiswa Demo di Bundaran HI Jaga Fasilitas Umum

- Jumat, 12 Juni 2026 | 18:45 WIB
Gubernur Pramono Imbau Mahasiswa Demo di Bundaran HI Jaga Fasilitas Umum

Ribuan mahasiswa memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi gelombang demonstrasi tersebut dengan imbauan agar para peserta menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak merusak fasilitas umum.

Pramono, yang mengaku memiliki latar belakang sebagai aktivis, menyatakan penghormatannya terhadap hak demokrasi warga. Dalam pernyataannya di Balai Kota Jakarta, ia menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak yang dijamin undang-undang. "Saya sebagai yang dulu aktivis sangat menghormati dan menghargai itu. Apalagi sekarang menjadi Gubernur Jakarta, saya sungguh sangat berharap dan meminta aspirasi itu disampaikan dengan cara sebaik-baiknya," ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan konsekuensi dari perusakan fasilitas publik. Menurut Pramono, kerusakan yang terjadi justru akan merugikan masyarakat luas. "Yang paling penting jangan kemudian fasilitas publik itu dirusak, diganggu, atau dicederai," lanjutnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak menginginkan adanya tindakan vandalisme dalam aksi tersebut. "Karena bagaimana pun kalau fasilitas publik itu kemudian dirusak, yang rugi ya publik sendiri. Dan sekali lagi, saya sebagai Gubernur Jakarta mengharapkan bahwa penyampaian pendapat ini dilakukan sebaik-baiknya tanpa melakukan perusakan terhadap fasilitas publik," imbuhnya.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Pramono juga meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) pada Kamis (12/3) lalu. Untuk tiga bulan pertama, tarif bus tersebut ditetapkan sebesar Rp3.500 per perjalanan. "Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp3.500 selama tiga bulan ini," katanya di Terminal Blok M, Jakarta Selatan.

Pramono menjelaskan bahwa setelah masa uji coba berakhir, Pemprov DKI akan melakukan evaluasi terhadap tarif tersebut. Ia mengakui bahwa subsidi yang dikeluarkan untuk rute ini cukup besar, sehingga kemungkinan tarif akan disesuaikan pada periode berikutnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar