Menteri ESDM Laporkan Stok Energi Nasional Aman dan Evaluasi Izin Tambang ke Prabowo

- Selasa, 12 Mei 2026 | 18:30 WIB
Menteri ESDM Laporkan Stok Energi Nasional Aman dan Evaluasi Izin Tambang ke Prabowo

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan kondisi pasokan energi nasional serta perkembangan evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (12/5). Pertemuan tersebut menjadi ajang bagi Bahlil untuk menyampaikan data terkini terkait ketahanan energi dan penertiban izin tambang yang tidak produktif.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Bahlil menegaskan bahwa ketersediaan energi nasional berada dalam kondisi aman. Ia menyebutkan stok bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), hingga minyak mentah (crude) seluruhnya berada di atas standar minimum nasional.

“Semua di atas standar minimum nasional. Jadi, Insyaallah tidak ada masalah,” ujarnya.

Selain membahas pasokan energi, Bahlil juga melaporkan hasil penataan izin-izin tambang, terutama yang berada di kawasan hutan serta IUP yang tidak kunjung dimanfaatkan. Menurutnya, terdapat sejumlah perusahaan yang telah mengantongi izin lengkap, namun tidak pernah merealisasikan kegiatan pertambangan.

“Artinya sudah punya IUP, izinnya sudah lengkap, tapi tidak pernah dijalankan,” katanya.

Bahlil menyampaikan bahwa evaluasi terhadap IUP tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo yang telah disampaikan sejak satu hingga dua bulan terakhir. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap konsesi tambang benar-benar memberikan manfaat ekonomi dan tidak sekadar menjadi izin yang mengendap.

Sementara itu, Bahlil juga dikabarkan hadir di Istana untuk mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan perwakilan Rosatom State Atomic Energy Corporation, perusahaan milik negara Rusia yang bergerak di industri nuklir. Namun, saat dimintai konfirmasi oleh awak media, Bahlil memilih tidak memberikan keterangan dan menghindari pertanyaan terkait agenda tersebut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar