Bangkai taksi itu sekarang tergeletak di tepi rel. Ringsek parah. Warna hijau toskanya masih kelihatan, tapi bentuknya sudah tidak karuan. Taksi dengan kode CT11271 itu, kata orang-orang, jadi pemicu awal kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang.
Selasa pagi, pantauan di lokasi menunjukkan pintu depan kirinya penyok. Spionnya nyaris putus, menggantung lemah dengan kaca yang sebagian besar sudah pecah. Sementara kaca depan, ada sedikit retakan. Beberapa orang masih penasaran, melihat-lihat dari luar. Ada juga yang menjulurkan kepala, mengintip ke dalam kabin yang sudah hancur.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan langsung angkat bicara. Mereka tidak menutup kemungkinan akan mengevaluasi operasional taksi Green SM secara keseluruhan.
“Setiap terjadi kecelakaan pasti akan kami lakukan evaluasi,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Selasa (28/4/2026). “Harapannya kita belajar dari apa yang terjadi, kita perbaiki ke depannya.”
Dia menjawab pertanyaan soal kemungkinan evaluasi terhadap taksi Green SM. Tapi bukan cuma itu. Kemenhub juga bakal meninjau ulang kebutuhan double-double track di Stasiun Bekasi Timur. Soalnya, saat ini jalur yang dipakai KA jarak jauh dan KRL itu sama.
“Tentunya sebagai bagian evaluasi kami, double-double track itu ya (masuk evaluasi), termasuk juga elektrifikasi,” sambungnya.
Nah, kecelakaan ini sendiri terjadi Senin (27/4) malam. Total korban tewas 14 orang. Selain itu, 84 lainnya luka-luka. Kronologinya begini: KRL yang sedang berhenti karena ada KRL lain yang tertemper taksi di perlintasan ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo. Tabrakannya keras banget. Gerbong khusus wanita yang ada di paling belakang sampai robek, tembus.
Proses evakuasi korban sudah selesai. Kabasarnas Mayjen TNI M Syafii menyebut semua korban yang dievakuasi adalah perempuan. “100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan,” katanya.
Dia menjelaskan evakuasi rampung pukul 08.00 WIB tadi. Seluruh tim SAR sudah dipulangkan. Tapi, Syafii menambahkan, jika nanti ada potongan tubuh korban yang ditemukan saat pembersihan bangkai kereta, pihaknya akan bertindak sesuai prosedur.
Artikel Terkait
Karyawati KompasTV Hilang Kontak Usai Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur
Wakil Ketua MPR Ibas Dorong Penguatan Diplomasi Parlemen Indonesia-Korsel di Seoul
DPRD Banten Desak Pemprov Sisir Seluruh Daycare Usai Kasus Kekerasan Anak di Jogja
Green SM Siap Dukung Investigasi Kecelakaan Taksi dengan KRL di Bekasi Timur