Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Berdatangan ke RS Polri untuk Identifikasi Jenazah

- Selasa, 28 April 2026 | 12:15 WIB
Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Berdatangan ke RS Polri untuk Identifikasi Jenazah

Suasana duka masih menyelimuti RS Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri, atau yang lebih dikenal sebagai RS Polri. Keluarga korban kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur mulai berdatangan sejak pagi. Mereka datang dengan satu tujuan: mencocokkan data dengan jenazah yang ada di sana. Ada yang berjalan cepat, ada pula yang tertatih.

Pantauan di Pos DVI RS Polri sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (28/4/2026), menunjukkan para keluarga terus berdatangan. Tak sedikit yang tampak diam membisu. Di sudut ruangan, petugas menyiapkan meja pendaftaran khusus untuk pendataan. Semua dicatat, satu per satu.

Suara tangis sesekali pecah. Beberapa orang membawa barang-barang pribadi milik korban baju, dompet, atau mungkin foto dengan harapan bisa mempercepat proses identifikasi. Ada yang menggenggam erat plastik berisi pakaian, ada pula yang hanya membawa secarik kertas.

Salah satu yang datang adalah Watasirin, seorang pria berusia 69 tahun. Ia berusaha tegar, meski matanya sembab. Watasirin datang untuk memastikan apakah keponakannya termasuk dalam daftar korban meninggal. Sejak kecelakaan itu terjadi, keponakannya tak bisa dihubungi sama sekali.

"Ditelepon dari adik-adik, kita, kan. Bahwa dia ini keponakan ini pulang kerja. Naik kereta," ujarnya lirih di lokasi.

Watasirin sudah menyerahkan sejumlah data ke pihak RS Polri. Menurutnya, keponakannya itu setiap hari memang naik kereta untuk bekerja. "Tadi dia KTP, sekarang dia masih minta ijazah kalau ada karena mau melihat sidik jari. Itu saja yang mau dikirim apa belum sekarang itu. Lagi disusulkan," tambahnya, suaranya bergetar.

Kejadian ini sendiri bermula dari sebuah insiden kecil yang berujung petaka. Sebuah taksi tertemper KRL, menyebabkan KRL di Stasiun Bekasi Timur harus berhenti dan menunggu. Nah, di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek datang dari belakang dan menabrak. Tabrakan keras itu tak terhindarkan.

Data terakhir menyebutkan, korban tewas mencapai 14 orang. Sementara itu, 84 lainnya mengalami luka-luka. RS Polri sendiri sudah menerima sepuluh kantong jenazah. Proses identifikasi masih berlangsung hingga sekarang. Belum semua keluarga mendapat kepastian.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar