Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur: KRL dan Kereta Jarak Jauh Tabrakan, Tim Elit Basarnas Dikerahkan

- Senin, 27 April 2026 | 22:40 WIB
Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur: KRL dan Kereta Jarak Jauh Tabrakan, Tim Elit Basarnas Dikerahkan
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Malam ini, suasana di Stasiun Bekasi Timur mendadak mencekam. Sebuah kecelakaan kereta terjadi melibatkan KRL dan kereta api jarak jauh. Basarnas langsung bergerak cepat. Mereka nggak main-main: personel elit dari Basarnas Special Group (BSG) pun dikerahkan ke lokasi.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isroedin, membenarkan hal itu. Katanya, tim khusus ini sudah berangkat untuk memperkuat rekan-rekan dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi.

“Ya, personel Basarnas Special Group menuju lokasi mendampingi personel dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi,” ujarnya, Senin (27/4/2026) malam, seperti dikutip dari Antara.

Noer menegaskan, tim yang dikerahkan bukan sembarang orang. Mereka adalah personel terlatih dengan kualifikasi khusus. Perlengkapan yang dibawa juga lengkap khusus untuk ekstraksi korban kecelakaan transportasi darat. Jadi, mereka siap menghadapi situasi sulit di lapangan.

“Kami belum menerima laporan final mengenai jumlah total korban secara rinci,” lanjut Noer. “Namun tim di lapangan terus berupaya melakukan yang terbaik, sambil berkoordinasi dengan pihak PT KAI.”

Nah, berdasarkan informasi awal yang masuk, kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB. Kereta api jarak jauh dilaporkan mengalami tabrakan adu kepala atau head to head dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).

Sampai berita ini ditulis, laporan sementara memang mencatat adanya korban. Tapi detailnya masih simpang siur. Data awal menyebutkan ada empat orang yang terjepit material kereta: satu orang petugas kebersihan (cleaning service) dan tiga orang penumpang. Di sisi lain, ada juga laporan tentang dua kru dan empat orang lainnya yang dinyatakan meninggal dunia (MD). Namun begitu, angka-angka ini masih terus diperbarui. Kita masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Basarnas dan KAI.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar