Polisi Selidiki Penyiraman Air Keras ke Pengendara Motor Listrik di Cengkareng

- Senin, 27 April 2026 | 03:30 WIB
Polisi Selidiki Penyiraman Air Keras ke Pengendara Motor Listrik di Cengkareng

Seorang pria yang tengah mengendarai motor listrik jadi korban penyiraman diduga air keras oleh dua orang tak dikenal. Peristiwa ini terjadi di Jalan Dharma Wanita V, Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi saat ini tengah menyelidiki kasusnya.

Dari video yang viral di media sosial, Minggu (26/4/2026), terlihat jelas bagaimana kejadian itu berlangsung. Korban mengendarai motor listrik warna biru. Di belakangnya, ada dua orang yang diduga pelaku, naik motor matic jenis Scoopy. Mereka mengikutinya dari belakang.

Dalam rekaman itu, korban tampak memakai kaos putih. Sementara salah satu terduga pelaku yang kemudian menyiram mengenakan hoodie hitam. Agak mencekam memang.

Setelah berhasil mengejar, posisi motor mereka sejajar. Di situlah terjadi cekcok mulut antara korban dan kedua pelaku. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi suasana jelas memanas.

Lalu, tanpa banyak bicara lagi, pria berhoodie hitam itu langsung menyiram korban dengan cairan dari sebuah botol. Isinya diduga air keras. Begitu aksi itu dilakukan, kedua pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Sementara korban, ia menghentikan motornya.

Menurut keterangan yang beredar di video viral itu, warga sekitar langsung membawa korban ke rumah sakit. Cepat, tapi mungkin sudah terlambat untuk mencegah luka bakar.

Polisi sendiri belum banyak bicara. Mereka masih bekerja di lapangan. Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, lewat pesan singkat ke Antara, hanya mengatakan, “Lagi lidik. Masih di TKP, kita lagi mengumpulkan baket (bahan keterangan).”

Belum ada informasi lebih lanjut soal motif atau identitas pelaku. Tapi, dari video yang beredar, publik mulai berspekulasi. Ada yang bilang ini soal dendam pribadi, ada juga yang menduga kriminal biasa. Kita tunggu saja perkembangan dari pihak berwajib.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar