Polisi Klarifikasi Pria yang Diamuk Warga di Stasiun Bogor Bukan Preman, Melainkan Gelandangan

- Minggu, 26 April 2026 | 15:15 WIB
Polisi Klarifikasi Pria yang Diamuk Warga di Stasiun Bogor Bukan Preman, Melainkan Gelandangan
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan instruksi yang diberikan.

Kejadian di Stasiun Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu sempat ramai. Ada seorang pria yang disebut-sebut preman, suka memalak ojek online dan pengamen. Tapi ternyata, ceritanya tidak sesederhana itu.

Polisi akhirnya buka suara. Pria yang jadi sasaran amuk warga itu, kata mereka, adalah seorang gelandangan. Bukan preman seperti yang banyak dikira orang.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Menurut Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, keributan ini berawal dari aksi si gelandangan yang meminta uang kepada seorang pengamen. Tapi pengamen itu tidak memberinya uang.

“Informasi dari ojek sekitar, korban pengeroyokan adalah gelandangan yang memalak pengamen. Namun pada saat memalak, pengamen tidak memberinya uang. Lalu gelandangan tersebut mengambil gitarnya (milik pengamen) dan membantingnya, (kemudian) terjadilah keributan,” jelas Waluyo, Minggu (26/4/2026).

Wah, gitar dibanting. Pasti situasinya langsung panas. Keributan itu terjadi di pedestrian Jl Kapten Muslihat, tepat di depan Stasiun Bogor. Si gelandangan, yang jadi sasaran kemarahan, lari ke arah Jalan Mayor Oking. Tapi warga mengejar dan memukulinya lagi di sana.

Petugas keamanan dalam (PKD) stasiun sempat turun tangan. Mereka berusaha melerai dan mencegah agar keributan ini tidak meluas ke dalam area stasiun. Agak repot juga kalau sampai masuk ke dalam.

“Setelah dilerai oleh PKD, korban pengeroyokan dan pelaku pengeroyokan membubarkan diri. Pelaku pengeroyokan membubarkan diri ke arah Jembatan Merah, korban pengeroyokan berjalan ke lapas Jalan Paledang,” kata Waluyo lagi.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, punya cerita lain. Anggotanya sudah melakukan olah TKP dan menemui korban. Korban, yang merupakan si gelandangan itu, sudah dilarikan ke rumah sakit.

“Piket reskrim dan ident sudah cek ke TKP dan korban yang berobat, namun belum berkenan buat laporan,” ujar Aji.

Jadi, sampai sekarang, belum ada laporan resmi. Korban masih dirawat dan belum mau bicara banyak. Entah karena trauma atau alasan lain. Yang jelas, peristiwa ini jadi pengingat bahwa apa yang kita lihat di permukaan belum tentu semuanya benar.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar