SMAN 8 Jakarta Selatan sukses merebut juara 1 di ajang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi DKI Jakarta. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan mereka sebagai wakil terbaik dari ibu kota untuk melaju ke babak nasional. Lumayan membanggakan, ya.
Babak final berlangsung seru banget. Bertempat di Ballroom Novotel, Jakarta, hari Sabtu, 25 April. Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI, Wachid Nugroho, yang langsung mengumumkan hasilnya. Tim dari SMAN 8 berhasil mengumpulkan poin tertinggi, 125 poin. Mereka unggul atas SMAN 48 Jakarta Timur yang mengantongi 105 poin, dan SMAN 81 Jakarta Timur dengan 70 poin di posisi ketiga.
Wachid pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
"Saya selaku tim juri bangga luar biasa. Adek-adek sudah mampu mengartikulasikan luar biasa Empat Pilar MPR RI itu seperti apa. Internalisasinya sudah luar biasa, tinggal bagaimana nanti di keseharian menjadi pedoman berbangsa dan bernegara," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (26/4/2026). Ia juga menambahkan doa, semoga para peserta bisa menjadi pemimpin masa depan Indonesia.
Di sisi lain, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Muhammad Hoerudin Amin, ikut angkat bicara. Menurut dia, pemahaman soal Empat Pilar kebangsaan itu penting banget buat membangun generasi masa depan yang berkarakter dan cinta tanah air. Bukan cuma teori, tapi juga penghayatan.
Ia menjelaskan, pembelajaran tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu sebenarnya mencakup banyak hal. Mulai dari sejarah, budaya, sampai filosofi kebangsaan. Semua itu, katanya, jadi fondasi agar masyarakat tidak sekadar tahu, tapi benar-benar mencintai dan menjaga kelangsungan bangsa.
Hoerudin juga menekankan, kegiatan LCC ini bagian dari proses kaderisasi. Membentuk generasi muda yang punya kecintaan terhadap bangsa. Sekaligus mendorong budaya literasi, terutama sejarah dan kebangsaan.
"LCC ini adalah bagian dari proses menghadirkan kader-kader masa depan yang hidup hatinya, hidup akalnya, dan hidup kreativitasnya untuk membawa negeri ini mencapai kejayaan," tegasnya.
Sementara itu, Ismail Permata Yorsandhi, salah satu siswa SMAN 8 Jakarta Selatan, cerita pengalamannya. Katanya, ajang ini seru, menyenangkan, dan penuh pembelajaran. Apalagi soal wawasan kebangsaan, jadi makin paham.
"Kami jadi lebih memahami empat pilar kebangsaan dengan baik. Teman-temannya juga ramah dan fasilitasnya sangat mendukung," ujarnya.
Namun begitu, persiapannya nggak mulus-mulus amat. Ismail mengaku sempat kesulitan membagi waktu antara sekolah dan latihan LCC. Menurut dia, manajemen waktu itu penting banget biar persiapan ke depan bisa maksimal.
Menatap kompetisi nasional nanti, Ismail berharap bisa latihan lebih intensif. Koordinasi tim juga harus ditingkatkan. Ia dan tim berencana menyusun jadwal persiapan yang lebih matang, biar nggak bentrok dengan kegiatan lain.
"Kami berharap bisa tampil lebih siap di tingkat nasional dengan memperbanyak latihan dan mengatur waktu lebih baik," tambahnya.
Hal senada disampaikan Muslicha, guru pendamping dari SMAN 8. Ia memberikan dispensasi khusus buat siswa agar bisa fokus lomba. Tapi, pendekatan latihannya fleksibel. Nggak selalu formal dan kaku.
"Tantangan terbesar biasanya datang dari faktor mental, terutama ketika siswa merasa takut atau saat nilai latihan mereka menurun," ungkapnya.
Untuk mengatasi itu, Muslicha tetap melibatkan siswa dalam berbagai bentuk latihan. Mulai dari paket soal hingga simulasi ujian. Ia juga merasa sangat berkesan dengan pelaksanaan LCC tahun ini. Kompetisinya diikuti siswa-siswa berprestasi dari seluruh Jakarta. Suasananya ketat, tapi inspiratif.
"Alhamdulillah, saya bersyukur bisa membimbing dua siswa untuk mewakili DKI Jakarta ke tingkat nasional," ujarnya.
Artikel Terkait
Merek Mobil China Kuasai Pasar Bosnia di Tengah Lonjakan Harga BBM dan Krisis Energi
Israel Tunjuk Duta Besar Pertama untuk Somaliland, Perkuat Hubungan dengan Wilayah Pecahan Somalia
Pemuda Tewas dalam Kebakaran di Tallo, Pelaku Didiksa ODGJ Kakak Korban
Calon Haji Pacitan Hias Koper dengan Pita dan Stiker Demi Mudah Dikenali di Tanah Suci