Pria 57 Tahun Tewas Dikeroyok di Depan Rumah, Polisi Duga Motif Asmara

- Kamis, 23 April 2026 | 15:30 WIB
Pria 57 Tahun Tewas Dikeroyok di Depan Rumah, Polisi Duga Motif Asmara
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa manusia yang natural, sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Warga Surabaya dihebohkan dengan kasus pembunuhan yang cukup sadis. Kejadiannya di Jalan Pragoto, Kecamatan Simokerto, Kamis pagi (23/4/2026).

Korban adalah Muhammad Jais, pria berusia 57 tahun. Dia warga RT 04/RW 04 setempat. Seorang ayah dengan satu anak ini diduga menjadi korban pembunuhan berencana. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Kondisi korban sungguh mengenaskan. Sekujur tubuhnya penuh luka bacokan. Luka sabetan senjata tajam menghiasi hampir seluruh badannya.

Ketua RT setempat, Nasir, mengaku kaget. Selama ini, kata dia, korban dikenal pendiam. Tidak punya masalah berarti dengan tetangga atau siapapun di lingkungannya.

“Selama ini korban dikenal tidak memiliki masalah yang mencolok di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Lalu, bagaimana kronologi kejadiannya? Menurut sejumlah saksi mata, peristiwa ini terjadi begitu cepat. Korban tiba-tiba dikepung. Empat orang tak dikenal (OTK) langsung mengeroyoknya di depan rumah. Mereka membawa senjata tajam.

Hantaman demi hantaman membabi buta. Korban tak berdaya. Ia akhirnya mengembuskan napas terakhir di jalanan kampung itu. Warga yang melihat langsung melapor ke polisi.

Polrestabes Surabaya bersama Polsek Simokerto datang ke lokasi. Mereka langsung mengamankan area dan mengumpulkan barang bukti. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, bilang pihaknya sudah bergerak cepat. Para pelaku sedang diburu.

Meski masih diselidiki, dugaan sementara mulai mengerucut. Motifnya? Soal asmara atau masalah wanita. Itu yang diduga menjadi pemicu pengeroyokan maut ini.

"Polisi menduga motif asmara atau masalah wanita menjadi pemicu terjadinya pengeroyokan maut tersebut. Namun, saat ini identitas para pelaku sudah kami kantongi dan sedang dalam pengejaran intensif," kata AKBP Edy Herwiyanto.

Setelah olah TKP selesai, jasad Muhammad Jais langsung dievakuasi. Jenazahnya dibawa ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk diautopsi.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian korban dan benda-benda lain di sekitar lokasi. Semua itu untuk memperkuat bukti hukum. Pihak kepolisian mengimbau warga tetap tenang. Serahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar