Unggahan Media Sosial Pelaku Buka Kemungkinan Motif Lain di Balik Pembunuhan Nus Kei

- Selasa, 21 April 2026 | 11:00 WIB
Unggahan Media Sosial Pelaku Buka Kemungkinan Motif Lain di Balik Pembunuhan Nus Kei

JAKARTA Awalnya, motifnya tampak jelas: dendam lama. Tapi belakangan, muncul pertanyaan yang menggelitik. Benarkah Hendrikus Rahayaan membunuh Nus Kei semata karena urusan masa lalu? Atau ada sesuatu yang lebih besar, seperti uang, yang bermain di balik tragedi berdarah itu?

Kecurigaan ini bukan tanpa alasan. Media sosial sang pelaku, Hendrikus, menyimpan petunjuk yang cukup mengejutkan. Di akun Instagram pribadinya, @hendrikus.rahayaan, ada sebuah unggahan tertanggal 9 Maret lalu. Isinya singkat tapi mengguncang: "Dikasih kerjaan 1 M ambil ginjal bintang."

Unggahan itu muncul jauh sebelum aksi penikaman terjadi pada 19 April 2026 di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku. Sekarang, banyak yang mencoba menghubung-hubungkannya. Apakah ini sekadar guyonan gelap, atau sebuah pengakuan terselubung?

Menurut kabar, Hendrikus tidak bertindak sendirian. Dia dibantu seorang rekan berinisial FU, yang kini juga sudah ditangkap polisi. Penangkapan Hendrikus sendiri berjalan relatif cepat setelah insiden di bandara itu.

Di sisi lain, penjelasan resmi dari kepolisian masih bertumpu pada motif balas dendam. Kombes Rositah Umasugi, Kabid Humas Polda Maluku, menyatakan hal itu setelah memeriksa kedua pelaku.

“Dendam tersebut merupakan buntut dari kasus pembunuhan di Kalimalang, Bekasi, pada tahun 2020,” jelas Rositah.

Dalam pandangan HR dan FU, Nus Kei dianggap sebagai otak di balik pembunuhan itu. Dendam itu akhirnya meledak di bandara.

Mereka konon sudah menunggu di area pintu keluar. Saat Nus Kei muncul, sekitar pukul 11.25 WIT, keduanya langsung menyergap. Senjata tajam dihunjamkan. Korban sempat berlari masuk ke bandara untuk menyelamatkan diri, sayangnya tidak berhasil. Dia terjatuh, tergeletak dengan luka parah.

Kini, semua mata tertuju pada dua narasi yang berbeda. Di satu sisi, ada penjelasan polisi soal dendam yang membara selama bertahun-tahun. Di sisi lain, ada postingan media sosial yang mengiang, menebar pertanyaan tentang kemungkinan lain. Apakah ini benar-benar murni urusan pribadi, atau ada tangan-tangan lain yang sengaja membayar mahal untuk menghabisi nyawa seorang bintang? Hanya penyelidikan yang lebih mendalam yang bisa menjawabnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar