Di Museum Mandiri, Jakarta, suasana pagi itu berbeda. Pameran foto "Kartini Masa Kini: Jejak Langkah Kartini" resmi dibuka. Yang menarik, Menteri PAN-RB Rini Widyantini tidak hanya menggunting pita sebagai pembuka. Ia juga hadir sebagai salah satu dari 32 fotografer yang karyanya terpampang di dinding.
Dua buah foto hitam putih hasil jepretannya menangkap momen sekelompok perempuan sedang membatik. Ada ketekunan di sana, juga sebuah warisan budaya yang dijaga. Rini seolah ingin mengatakan, inilah salah satu bentuk nyata peran perempuan masa kini melestarikan tradisi sambil terus berkarya.
“Setiap langkah yang kita ambil hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju perubahan,” ujar Rini.
“Tidak harus selalu besar, yang terpenting adalah keberlanjutan dan makna dari setiap langkah tersebut,” tambahnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/2/2026).
Pesan itu seperti menjadi benang merah seluruh pameran. Tema 'Jejak Langkah Kartini' diangkat bukan untuk mengenang masa lalu semata. Lebih dari itu, untuk menunjukkan bahwa semangat RA Kartini masih hidup. Ia terlihat dalam keberanian dan kontribusi perempuan Indonesia di berbagai bidang sekarang ini.
Menurut Rini, fotografi adalah bahasa yang unik. Bukan cuma soal teknis memotret, tapi cara menyampaikan pesan yang kadang sulit diungkapkan kata-kata. Setiap frame punya ceritanya sendiri, punya perjalanan dan nilai yang mendalam.
“Melalui pameran ini, kita diajak melihat bagaimana perempuan Indonesia terus bergerak, mengambil peran, dan memberikan arti bagi lingkungannya,” katanya.
Di sisi lain, acara ini juga jadi ajang kolaborasi. Wadah bagi fotografer dan pegiat seni visual untuk menumpahkan perspektif mereka tentang perempuan di era modern. Rini pun menyempatkan diri memberi apresiasi pada komunitas Heritage Photography dan panitia. Ia menilai mereka telah menciptakan sebuah ruang kreatif yang inspiratif sekaligus inklusif.
Tak lupa, ia menyelipkan pesan khusus untuk ASN perempuan. Ajakan untuk terus mengasah kemampuan, berani ambil peran strategis, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pada akhirnya, pameran ini diharapkan lebih dari sekadar ekshibisi seni. Ia ingin menjadi pengingat. Bahwa semangat Kartini tidak statis, tapi terus berkembang, terpancar dari setiap langkah perempuan Indonesia hari ini.
Bagi yang penasaran, pameran digelar di Museum Mandiri mulai 19 April hingga 3 Mei 2026. Gratis. Selain menikmati foto-foto yang sarat makna, pengunjung juga bisa menyusuri lorong waktu sejarah yang tersimpan rapi di museum tersebut.
Artikel Terkait
Semen Padang Hadapi Persijap dalam Laga Hidup-Mati di Bawah Klasemen
HNW Apresiasi Sosialisasi Keuangan Haji Terbesar oleh Komunitas Muda Jagakarsa
PN Surabaya Vonis Dua Tahun Empat Bulan Penjara Bagi Pelaku Penipuan Emas Rp 211,9 Juta
Menteri Haji Soroti Dominasi Jemaah Berpendidikan Dasar, Minta Petugas Beri Perhatian Khusus