Iran kembali mengunci Selat Hormuz. Langkah ini diumumkan hanya sehari setelah mereka menyatakan pintu pelayaran vital itu dibuka sementara. Intinya, semua kapal komersial dilarang melintas. Bahkan, peringatan dikeluarkan: kapal yang mendekat akan jadi sasaran.
Menurut sejumlah laporan, serangan sudah terjadi Sabtu lalu. Sebuah kapal tanker dan beberapa kapal lain di sekitar selat menjadi target. Situasinya makin panas.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dengan tegas menyalahkan Amerika Serikat. Blokade laut yang terus dilakukan AS disebut sebagai alasan utama penutupan kembali ini. "Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi target," begitu bunyi pernyataan resmi Angkatan Laut IRGC pada Sabtu.
Mereka mengaku sempat mengawal beberapa kapal yang melintas sejak Jumat malam. Namun, pintu kemudian ditutup lagi. Dan bakal tetap tertutup sampai AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump bersikukuh. Ia menegaskan Iran tak bisa 'memeras' Amerika dengan ancaman macam ini. Blokade laut AS, katanya, akan terus berlangsung sampai ada kesepakatan damai. Gencatan senjata dua pekan yang berlaku sekarang ini memang tinggal hitungan hari, akan berakhir pada 22 April.
Pihak AS mengklaim sudah memaksa 23 kapal untuk berbalik arah sejak blokade mereka mulai ditegakkan pertengahan April. Klaim ini tentu dibantah oleh Iran.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) geram. Mereka menilai blokade AS itu jelas melanggar kesepakatan gencatan senjata. Makanya, pembukaan selat tak mungkin dilanjutkan selama tekanan masih ada. Soal perundingan damai, ada sedikit kabar. SNSC menyebut proposal baru dari AS sedang ditinjau. Tapi belum ada tanggapan resmi. Perundingan awal bulan ini pun sebelumnya mentok, gagal mencapai kata sepakat.
Meski begitu, Trump terlihat optimis. "Kami memiliki pembicaraan yang sangat baik. Semuanya berjalan sangat baik," ujarnya pada Sabtu mengenai komunikasi dengan Teheran.
Di lapangan, ketegangan nyata terasa. Laporan dari UK Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebutkan, dua kapal patroli Iran melepaskan tembakan ke arah sebuah tanker di selat itu pada hari Sabtu. Selat Hormuz sendiri sudah efektif ditutup Iran hampir dua bulan. Dampaknya? Harga energi global langsung meroket. Dan situasi ini sepertinya belum akan reda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Kirab Pusaka Nusantara Perdana Digelar di Candi Borobudur
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Ibu Kota Provinsi, Waspadai Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah
Politikus Dukung Operasi Sapu-sapu DKI, Minta Pengawasan Ketat untuk Cegah Kebocoran
JPPI Soroti Sistem Feodal dan Lemahnya Satgas PPKS sebagai Akar Pelecehan Seksual di Kampus