Sudin KPKP Jaksel Awasi Olahan Ikan Sapu-sapu di Setu Babakan

- Jumat, 17 April 2026 | 11:45 WIB
Sudin KPKP Jaksel Awasi Olahan Ikan Sapu-sapu di Setu Babakan

Di Setu Babakan, Jakarta Selatan, suasana Jumat pagi kemarin tampak sedikit berbeda. Petugas dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jaksel terlihat sibuk. Mereka bukan sedang memantau ikan hias atau keramba, melainkan menelusuri olahan yang terbuat dari ikan sapu-sapu. Langkah ini bagian dari pengawasan pangan terpadu rutin, sebuah upaya untuk melindungi konsumen dari makanan yang berisiko.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menjelaskan alasannya. Menurutnya, pengawasan seperti ini sudah jadi agenda bulanan.

"Karena kita setiap bulan ada pengawasan pangan terpadu," ujar Ridho, saat ditemui di lokasi.

Petugas dibagi untuk mendatangi langsung rumah-rumah pengolahan. Mereka mengecek proses pembuatan siomay, yang diketahui menggunakan daging ikan sapu-sapu sebagai bahan bakunya. Namun begitu, tugas mereka tak cuma mengawasi. Edukasi ke pelaku usaha dan pedagang juga diberikan, dengan harapan bisa menekan permintaan dan perlahan-lahan mengendalikan populasi ikan yang dianggap sebagai hama ini.

"Itu lah fungsinya edukasi kepada masyarakat, agar masyarakat tahu bahaya dari mengonsumsi daging yang berasal dari ikan sapu-sapu," tegas Ridho.

Edukasi itu penting sekali. Ridho menekankan soal kandungan merkuri dan logam berat lain dalam ikan sapu-sapu yang mengancam kesehatan. Bahayanya, efeknya tidak langsung terasa.

"Karena kalau logam berat atau merkuri dan sejenisnya itu, tidak langsung, ya, begitu kita makan langsung berdampak, tapi di berapa tahun kemudian, terjadi seperti penyakit kanker dan sebagainya," ungkapnya.

Di sisi lain, aksi nyata pengendalian populasi juga digeber. Pemkot Jakarta Selatan sendiri menargetkan penangkapan hingga lima ton ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan pada hari itu. Ini tindak lanjut instruksi Gubernur DKI, Pramono Anung, demi menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Ikan-ikan yang berhasil ditangkap kemudian dimusnahkan dengan cara dibelah dan dikubur, mencegahnya kembali ke perairan atau malah berakhir di piring makan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar