Tetangga Cekik dan Gorok Ibu, Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Ember

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:45 WIB
Tetangga Cekik dan Gorok Ibu, Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Ember

Hanya dalam hitungan jam, kasus perampokan berujung pembunuhan di Boyolali akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap Agus Ratmono, pria 30 tahun yang diduga menjadi pelaku, di Kudus pada Jumat dini hari. Penangkapan ini terjadi kurang dari 24 jam setelah kejadian mengerikan di Desa Pengkol, Karanggede.

Korban tewas dalam peristiwa Kamis sore itu adalah seorang bocah berusia enam tahun. Hanya berinisial AO. Ibunya, Daryanti (33), selamat meski sempat kritis dan kini masih berjuang di rumah sakit.

Pengakuan Agus setelah ditangkap sungguh mengerikan. Dalam sebuah video yang beredar, dengan raut wajah datar, ia menceritakan kronologinya. Ternyata, Agus dan Daryanti sudah saling kenal. Mereka bertetangga, beda RT saja. Itu yang memudahkannya.

“Kulo tekak, kulo tubruk,” ujarnya dalam bahasa Jawa, saat ditanya polisi soal caranya menyerang.

Ia mengaku masuk lewat pintu samping rumah Daryanti yang biasa terbuka. Pura-pura mau bayar utang, ia memanggil-manggil nama korban. Bahkan sempat minta nomor rekening untuk transfer. Tapi semua itu hanya akal-akalan.

Begitu dapat nomor, aksinya dimulai. Ia langsung menubruk dan mencekik Daryanti.

Di sisi lain, alat yang digunakannya sederhana namun mematikan: sebuah pisau cutter. Saat ditanya polisi, Agus bilang cutter itu biasa ia bawa untuk kerja. Tapi hari itu, sejak jam satu siang, niat lain sudah mengendap di kepalanya. Niat untuk membunuh.

“Pas mulai jam 1 (siang) itu udah niat itu. Biar meninggal,” tuturnya lugas.

Sadisnya, ia menggorok leher Daryanti dengan alat itu. Dalam kondisi terancam, Daryanti konon sempat berteriak ketakutan. Menurut pengakuan Agus yang menirukan korban, Daryanti bilang, “Bang, kowe ngopo Bang? Wes Bang, wes lunas wae.” Artinya, utangnya dianggap lunas, asal nyawanya selamat.

Tapi permintaan itu tak digubris.

Kronologi lebih lengkap justru datang dari keluarga korban. Ngatirin, paman dari bocah yang tewas, mendapat telepon panik dari menantunya, Purwanto suami Daryanti yang sedang merantau ke Kalimantan. Purwanto minta tolong agar rumahnya segera diperiksa.

“Pokoknya gawat,” kata Ngatirin menirukan percakapan itu. Ia pun bergegas.

Sesampai di rumah, pemandangan mengerikan sudah menunggu. Daryanti terbaring dengan luka leher yang menganga. Tapi di tengah kesakitan itu, ia masih sempat berbisik pada Ngatirin.

“Olin neng kamar mandi, Olin neng kamar mandi,” ujarnya, merujuk pada anaknya, AO.

Ngatirin segera lari ke kamar mandi. Dan di sanalah ia menemukan keponakannya yang masih enam tahun itu. Kepala bocah malang itu terendam dalam ember berisi air. Ia berusaha mengangkat dan menyelamatkannya, tapi sudah terlambat.

“Namun begitu diletakkan di lantai, sudah nggak bernyawa,” kenang Ngatirin dengan suara tercekat.

Setelah memastikan AO telah tiada, ia beralih menolong Daryanti yang kemudian dilarikan ke RSUD Simo. Rumah keluarga itu sendiri terpencil, dikelilingi kebun jati, sehingga tak ada tetangga yang mendengar kejadian. Anak sulung Daryanti selamat karena sedang di sekolah.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menyatakan rasa syukur atas penyelesaian cepat kasus ini. “Syukur Alhamdulillah dalam kurun waktu kurang 1x24 jam, kami... telah berhasil mengungkap terduga pelaku,” katanya.

Agus sempat kabur ke Kudus, dan saat ditangkap, polisi juga menyita sepeda motor milik korban yang ia ambil. Motifnya? Kesal karena terus ditagih utang. Dari niat yang sudah matang sejak siang, ia akhirnya menghabisi nyawa seorang ibu dan bocah tak berdosa.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler