Dukungan untuk Paus Leo XIV justru datang dari arah yang mungkin tak terduga. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, bersama sejumlah tokoh senior di negaranya, secara terbuka membela pemimpin Gereja Katolik itu. Hal ini terjadi setelah Paus mendapat kritikan pedas dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Memang, sikap Paus sendiri yang memicu reaksi Trump. Leo XIV dengan tegas mengkritik kebijakan AS terhadap Iran dan berbagai langkah yang dinilai memicu peperangan. Nah, dari sinilah dukungan Iran itu muncul.
Lewat sebuah pesan resmi, Pezeshkian menyampaikan solidaritasnya. Ia mengutuk keras apa yang disebutnya sebagai bentuk "ketidakhormatan" terhadap Paus dan Yesus yang dalam pandangannya adalah nabi perdamaian.
Begitu bunyi kutipan pesannya yang dilaporkan Tehran Times, Rabu lalu. Pezeshkian menegaskan bahwa ia bicara mewakili bangsa Iran untuk mengecam pernyataan-pernyataan itu. Harapan baik untuk sang Paus pun ia sampaikan.
Di sisi lain, Donald Trump tak kalah keras. Melalui media sosial dan kemudian konferensi pers, mantan presiden AS itu menyerang balik. Paus ditudingnya "lemah menghadapi kejahatan". Pandangan Paus, menurut Trump, justru merugikan kepentingan luar negeri Amerika.
Artikel Terkait
Hari Kartini 2026 Jatuh pada 21 April, Bukan Hari Libur Nasional
Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, TPP Dipotong Paksa Bayar Kredit Macet
Polri Bentuk Satgas Haji, Fokus Berantas Praktik Ilegal dan Lindungi Jemaah
Tokoh dan Ulama Indonesia Serukan Perdamaian Timur Tengah untuk Jamin Keamanan Haji 2026