Trump bahkan dengan blak-blakan menyatakan, "Saya bukan penggemarnya."
Namun begitu, tanggapan dari Vatiban justru terasa lebih kalem. Saat dalam penerbangan menuju Aljazair, Paus Leo XIV berbicara singkat kepada awak media. Ia mengaku tak punya niat untuk terlibat dalam perang kata-kata publik dengan Trump.
Tapi jangan salah, sikap tenangnya itu bukan berarti menyerah. Paus dengan jelas menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan perdamaian.
Ucapnya tegas. Ia mengulang penentangannya pada segala bentuk perang. Ancaman-ancaman yang belakangan dialamatkan ke Iran, katanya, "sama sekali tak bisa diterima." Sejauh ini, Paus memang termasuk salah satu suara keagamaan paling lantang yang mendesak de-eskalasi dan jalan damai, di tengah memanasnya situasi global.
Artikel Terkait
Hari Kartini 2026 Jatuh pada 21 April, Bukan Hari Libur Nasional
Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, TPP Dipotong Paksa Bayar Kredit Macet
Polri Bentuk Satgas Haji, Fokus Berantas Praktik Ilegal dan Lindungi Jemaah
Tokoh dan Ulama Indonesia Serukan Perdamaian Timur Tengah untuk Jamin Keamanan Haji 2026