Di ruang kerjanya yang luas, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyambut enam siswa SMA. Pertemuan pada Senin lalu itu terasa cair. Bukan sekadar formalitas, tapi lebih mirip obrolan tentang masa depan.
AHY, begitu ia biasa disapa, langsung menekankan satu hal. Peran anak muda sebagai calon pemimpin itu krusial. Tapi, menurutnya, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: pemahaman tentang infrastruktur dalam keseharian kita.
"Infrastruktur adalah segala hal yang bisa kita lihat dan gunakan sehari-hari," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Suaranya tegas. "Mulai dari jalan, jembatan, bendungan, sampai sekolah dan rumah sakit. Semuanya punya keterkaitan erat dengan pembangunan."
Bagi AHY, infrastruktur bukan cuma tumpukan beton dan besi. Ia adalah fondasi yang menopang hidup masyarakat sekaligus penggerak roda ekonomi nasional. Tanpa itu, segalanya bisa macet.
Namun begitu, pembangunan fisik saja tidak cukup. Ia harus merata. Ini poin penting yang ia sampaikan. Pemerataan, katanya, adalah kunci untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia.
"Dengan infrastruktur yang semakin baik, mobilitas masyarakat jadi lebih cepat," jelasnya.
Efeknya berantai. Efisiensi meningkat, produktivitas terdongkrak, dan pada akhirnya ekonomi pun tumbuh. Tapi manfaat ini hanya terasa kalau semua lapisan masyarakat mendapat akses yang sama.
Artikel Terkait
Polda Maluku Terbitkan Surat Perintah Bawa untuk Oknum Jaksa Tersangka Penipuan
Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Strategis dalam Pertemuan di Paris
Tim SAR Evakuasi 109 Warga Terdampak Banjir Bandar Lampung
Wamen Dalam Negeri Tekankan Sinergi Pusat-Daerah untuk Dongkrak Ekonomi Lampung