“Tetapi saya juga tidak mau menghilangkan karier seseorang,” katanya. “Setelah nanti dibina menjadi lebih baik, kita kasih kesempatan untuk bisa berkarya lebih baik.”
Lantas, bagaimana cerita awalnya?
Semua berawal dari keluhan warga soal parkir liar di wilayah Pasar Rebo. Masalah klasik ini rupanya tak kunjung mendapat solusi, meski sudah dilaporkan hingga ke tingkat kelurahan. Frustasi, seorang warga yang akun Threads-nya bernama @seinsh kemudian mencoba jalur lain: melapor via aplikasi JAKI.
Bukannya dapat solusi, yang diterima malah bikin geleng-geleng. Sebagai bukti tindak lanjut, kelurahan mengirimkan dua foto. Foto pertama menunjukkan kendaraan yang parkir sembarangan. Foto kedua, kendaraan itu seolah-olah sudah raib.
Masalahnya, foto kedua itu terlihat janggal. Banyak yang curiga itu adalah hasil rekayasa AI sebuah upaya untuk menutupi ketidakbecusan penanganan.
“Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya?” tulis @seinsh dalam unggahannya yang viral. “Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, udah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai dan coba lapor lewat jaki malah dikasih bukti palsu hasil edit AI (terlampir). Ada prosedur lain enggak ya?”
Unggahan itulah yang kemudian memantik kemarahan publik dan berujung pada tindakan tegas dari Balai Kota.
Artikel Terkait
Polisi Perbaiki Rumah Lansia Korban Puting Beliung di Ogan Ilir
KUR Berbasis Kekayaan Intelektual Diluncurkan untuk Buka Akses Dana bagi Kreator
Pertemuan Langsung Israel-Lebanon di Washington, Pembicaraan Pertama Sejak 1993
Polda Metro Jaya Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus Jakarta Selatan