"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah berbagai penyakit melalui gaya hidup sehat," ungkap Syamsuri lagi.
Hingga pertengahan April lalu, gerakan ini sudah menyentuh dua wilayah percontohan: Kecamatan Kalianget dan Talango. Namun, pekerjaan rumahnya masih panjang. Data dari Dinkes-P2KB menunjukkan, ada 1.520 warga Sumenep yang terserang TBC. Kasus-kasus itu tersebar di 17 kecamatan daratan dan delapan kecamatan kepulauan.
Meski terlihat besar, angka itu sebenarnya sudah menunjukkan penurunan. Bayangkan, pada tahun 2025 jumlah penderitanya mencapai 2.294 orang dengan korban meninggal sebanyak 296 jiwa. Artinya, upaya selama ini mulai membuahkan hasil, meski perlahan.
Selain mengandalkan promosi, langkah lain juga diambil. Tim kesehatan turun langsung ke lapangan, melakukan pemantauan dan pemeriksaan dari rumah ke rumah. Pendekatan yang lebih personal ini dianggap penting untuk menjangkau mereka yang mungkin belum tersentuh informasi.
Perjalanan melawan TBC di Sumenep jelas masih jauh dari kata finish. Tapi setidaknya, langkah awal sudah dimulai dengan serius.
Artikel Terkait
KRI Canopus-936 Tiba di Cape Town dalam Misi Diplomasi Maritim
Jaksa Agung: Kebakaran Gedung Lama Bawa Hikmah, Kejagung Kini Tak Lagi Kayak Kantor Kelurahan
Wakil Ketua MPR Apresiasi Kesepakatan Pasokan Migas Indonesia-Rusia
Tim Kemenkumham Selidiki Video Napi Korupsi Singgah ke Coffee Shop Usai Sidang