Angka kasus tuberkulosis (TBC) di Sumenep ternyata cukup mengkhawatirkan. Ribuan warganya tercatat terjangkit penyakit ini. Menghadapi situasi itu, Pemerintah Kabupaten setempat kini tak tinggal diam. Mereka menggelorakan gerakan promosi kesehatan secara besar-besaran, sebuah upaya konkret untuk memutus mata rantai penularan.
Sasaran utamanya? Ibu-ibu rumah tangga dan para kader posyandu. Menurut Achmad Syamsuri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes-P2KB Sumenep, program ini sudah dimulai sejak pekan kedua April dan akan terus berjalan sampai akhir tahun nanti.
"Program mulai pekan kedua bulan ini dan akan berlangsung hingga akhir tahun hingga menyasar semua kecamatan di daratan dan kepulauan yang ada di Sumenep," jelas Achmad, seperti dilaporkan Antara, Rabu (15/4/2026).
Wilayahnya luas, mencakup 27 kecamatan yang tersebar dari daratan hingga kepulauan. Materi yang disampaikan pun beragam. Mulai dari pemahaman soal gizi seimbang, cara mencegah dan menangani TBC, sampai kewaspadaan terhadap ancaman difteri. Intinya, mereka ingin membangun kesadaran dari tingkat keluarga.
Nah, di sisi lain, kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Ada tujuan yang lebih mendasar: mendorong perubahan perilaku. Pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci utamanya. Dengan edukasi berkelanjutan, diharapkan kualitas hidup masyarakat bisa meningkat secara signifikan.
Artikel Terkait
KRI Canopus-936 Tiba di Cape Town dalam Misi Diplomasi Maritim
Jaksa Agung: Kebakaran Gedung Lama Bawa Hikmah, Kejagung Kini Tak Lagi Kayak Kantor Kelurahan
Wakil Ketua MPR Apresiasi Kesepakatan Pasokan Migas Indonesia-Rusia
Tim Kemenkumham Selidiki Video Napi Korupsi Singgah ke Coffee Shop Usai Sidang