“Oleh karena itu sebagai mantan panglima tertinggi, saya mendoakan agar TNI kita ke depan makin berjaya, makin kuat untuk negara kita,” harapnya.
Lalu, dengan nada yang lebih tegas, ia menyampaikan amanat.
“Sebagai mantan pelaku reformasi ABRI, tetaplah pada tugas pokok sesuai dengan konstitusi. Jangan masuk dalam politik praktis. Tetaplah netral dalam kehidupan demokrasi, netral dalam pemilu supaya menjadi adil.”
Poinnya jelas. SBY menegaskan bahwa TNI, Polri, sampai BIN itu adalah milik rakyat. Dan rakyat, menurutnya, hanya akan bangga pada tentara yang kuat sekaligus taat pada aturan demokrasi.
“Ingat, TNI, Polri, Badan Intelijen Negara itu milik rakyat, milik kita semua. Kita akan bangga TNI-nya hebat, jago, tapi juga patuh pada demokrasi dan the rule of law,” tegasnya.
Acara itu sendiri ramai dihadiri sejumlah tokoh. Tampak hadir putra-putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), bersama Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. Beberapa menteri dan gubernur juga hadir, seperti Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. Kehadiran mereka seakan menegaskan betapa seriusnya pesan yang disampaikan mantan presiden itu malam itu.
Artikel Terkait
Sumenep Galakkan Promosi Kesehatan Hadapi Ribuan Kasus TBC
Lima Pelaku Begal Petugas Damkar di Gambir Berhasil Diringkus Polisi
Kemenbud Gelar Seminar Mitigasi Bencana untuk Lindungi Cagar Budaya
HIMKI Desak Kebijakan Spesifik untuk Selamatkan Industri Furnitur dan Kerajinan