Meski situasinya pelik, Dave menyimpan optimisme. "Komisi I DPR RI optimis bahwa dengan diplomasi yang aktif, kerja sama internasional yang solid, serta kebijakan energi nasional yang adaptif, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan kepentingan rakyat tetap terlindungi," imbuhnya.
Blokade sendiri sudah mulai diberlakukan militer AS. Mereka menahan kapal dari semua negara yang hendak masuk atau keluar pelabuhan dan wilayah pesisir Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Presiden AS Donald Trump punya alasan sendiri. Langkah ini, katanya, untuk memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz. Jalur strategis itu biasanya dilintasi seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.
"Kita tidak bisa membiarkan sebuah negara memeras dunia," tegas Trump dari Gedung Putih.
Peringatannya keras. Kapal perang Iran yang mendekati area blokade akan dihancurkan. "Segera dieliminasi," ucap Trump tanpa basa-basi.
Menurut sejumlah pejabat militer AS, blokade ini adalah konsekuensi. Pembicaraan damai Washington dan Teheran yang mentok di akhir pekan disebut sebagai pemicunya. Kini, semua kapal yang berurusan dengan pelabuhan Iran jadi sasaran.
Artikel Terkait
Polda Riau Resmikan Bengkel Gratis untuk Pengemudi Ojol di Pekanbaru
Dukcapil Peringatkan Warga Waspada Penipuan Aktivasi IKD via Pesan Singkat
Aliran Dana Asing ke SBN Masih Gradual, Investor Global Tunggu Suku Bunga dan Rupiah Stabil
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 6 Kilogram Ganja di Depok