Menteri Bappenas Soroti Inovasi Bahan Bakar Sawit dari Kampus untuk Dukung B50

- Rabu, 15 April 2026 | 05:45 WIB
Menteri Bappenas Soroti Inovasi Bahan Bakar Sawit dari Kampus untuk Dukung B50

"Ternyata, ini bisa langsung digunakan dengan kadar bensin sawit sampai 50%," katanya, masih takjub.

"Campuran [bensin sawit] 50% itu bisa langsung berguna untuk mesin [kendaraan bermotor yang menggunakan] bensin."

Namun begitu, ia mengakui bahwa saat ini inovasi tersebut masih dalam skala kecil. Itulah sebabnya pemerintah berkomitmen untuk mendampingi. Pendampingan ini diharapkan bisa mengarahkan produk inovasi agar lebih kompetitif dan akhirnya mendukung swasembada energi.

Di sisi lain, pemerintah juga punya skema lain. Mereka mendorong pembentukan National Technology Transfer Office (NTTO). Lembaga ini nantinya akan mengawasi proses hilirisasi dan komersialisasi inovasi agar lebih terarah.

Rachmat menegaskan, dukungan ini selaras dengan prioritas nasional dan visi Indonesia Emas 2045. "Program kerja diarahkan untuk mulai dari swasembada energi, pangan, hingga air," pungkasnya.

Jadi, meski masih awal, semuanya terlihat bergerak. Dari lab kampus, harapan akan bahan bakar alternatif yang mandiri mulai menemukan bentuknya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar