SURABAYA Di tengah upaya pemerintah mendorong mandatori biodiesel B50, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menyoroti sejumlah inovasi bahan bakar alternatif yang digarap kampus-kampus dalam negeri. Bahan bakunya? Minyak kelapa sawit atau CPO.
Menurut Rachmat, temuan-temuan ini bisa jadi pijakan awal yang bagus. Tujuannya jelas: mendukung hilirisasi sawit sekaligus mengakselerasi target B50 pada 2028 nanti.
"Ini langkah awal kita untuk melakukan hilirisasi sawit untuk bahan bakar," ujar Rachmat di ITS Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, momentumnya tepat. Situasi geopolitik global yang memanas kerap menghambat distribusi minyak mentah. "Kita sekarang sedang dalam kondisi dunia yang kesulitan bahan bakar karena ada persoalan-persoalan logistik dan perang," jelasnya.
Karena itu, ia berharap inovasi berbahan non-fosil ini bisa dikembangkan lebih lanjut dengan pendampingan pemerintah.
Beberapa kampus sudah memulai. Rachmat menyebut sejumlah nama, seperti Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan tentu saja ITS Surabaya sebagai tuan rumah.
Yang menarik perhatiannya adalah inovasi dari ITS yang disebut "Benwit". Rachmat mengaku sempat terkejut dengan hasil eksperimen mereka.
Artikel Terkait
Petugas KRL Manggarai Dapat Penghargaan Usai Hadapi Penumpang Nekat Masuk Gerbong
Dedi Mulyadi Apresiasi Nelayan Malang Penyelamat Hiu Paus
Tawuran Dini Hari di Ciampea Bogor, Dua Remaja Terluka dan Tujuh Diamankan
KRI Canopus-936 Tiba di Cape Town dalam Misi Diplomasi Maritim