Bangka – Seorang santri berusia 16 tahun di Kabupaten Bangka menjadi korban dugaan penganiayaan. Pelakunya? Diduga justru seniornya sendiri di pondok pesantren tempat ia menimba ilmu. Peristiwa ini sudah dilaporkan ke polisi, mengingat kondisi korban yang cukup parah hingga harus dirawat intensif di rumah sakit.
Laporan resmi telah masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bangka Belitung. Yang melaporkan adalah Suryanto, ayah dari korban berinisial HZ. Ia ingin kasus anaknya ini mendapat kejelasan hukum.
Suryanto sendiri awalnya tak tahu apa-apa. Kabar buruk itu datang dari dua santri lain yang tiba-tiba muncul di rumahnya. Mereka bilang, HZ sudah dilarikan ke rumah sakit. Begitu sampai di sana, sang ayah langsung terpukul. Anaknya terbaring lemah, dengan luka-luka di sekujur tubuh.
Dari penuturan korban, penganiayaan ini diduga melibatkan lebih dari satu senior. Pemukulan terjadi di bagian dada, kepala, dan kaki. Bahkan, ada indikasi mereka menggunakan benda keras semacam rantai.
Artikel Terkait
Pembicaraan Langsung Lebanon-Israel Dimulai di Washington di Tengah Serangan ke Hizbullah
Pemkab Tulungagung Gelar Konsolidasi Pasca OTT KPK, Kemendagri dan Jatim Beri Pendampingan
Jadwal Salat untuk DKI Jakarta, Rabu 15 April 2026
PSI Buka Pintu Lebar untuk Tokoh Nasional Perkuat Struktur Daerah