Rasa sedih dan geram bercampur dalam ucapan Suryanto. Ia tak ingin ada santri lain yang merasakan penderitaan serupa.
Ungkapan pilu itu ia sampaikan pada Selasa, 14 April 2026.
Hingga berita ini diturunkan, HZ masih terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika Pangkalpinang. Proses penyembuhan masih berjalan. Di sisi lain, aparat kepolisian juga masih mendalami kasus ini. Penyidikan terus digulirkan untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak tersebut. Harapannya, proses hukum bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Namun begitu, satu hal yang pasti: kejadian di balik tembok pesantren itu telah meninggalkan luka, bukan hanya di tubuh seorang remaja, tapi juga di hati keluarganya.
Artikel Terkait
DPR Soroti Blokade AS di Selat Hormuz, Peringatkan Risiko Eskalasi Global
Menteri Bappenas Soroti Inovasi Bahan Bakar Sawit dari Kampus untuk Dukung B50
Tiang Kabel Optik Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Terganggu
Barcelona Tumbang, Atletico Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions