"Jadi, Agustus nanti adalah puncaknya. Mayoritas wilayah di Indonesia akan mengalaminya," jelasnya.
Dampaknya? Musim kemarau tahun ini datang lebih cepat, durasinya lebih panjang, dan kondisinya jauh lebih kering jika dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir. Daerah-daerah di selatan garis khatulistiwa bakal paling merasakan ganasnya cuaca ini, dengan potensi kekeringan yang berkepanjangan.
Tak hanya soal kekeringan, ancaman karhutla juga mengintai. Faisal menyebut setidaknya ada enam provinsi yang perlu waspada ekstra.
"Untuk kebakaran hutan dan lahan, ada enam provinsi yang paling terpengaruh," sambungnya.
"Mulai dari Riau, Jambi, Sumatera Selatan, lalu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Selatan. Itu titik-titik rawan utamanya."
Artikel Terkait
Kejati Riau Geledah Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Terkait Dugaan Tindak Pidana Kepelabuhanan
Trump Klaim Presiden Xi Jinping Setop Pengiriman Senjata ke Iran
TNI AU Gelar Bazar Murah di Makassar untuk Rayakan HUT ke-80
Kru Ambulans Dikerjai, Panggilan Darurat Dijadikan Modus Penagihan Utang