Di tempat yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan rincian teknis. Hasil pemutakhiran DTSEN Volume 2 terbagi dalam rekaman data keluarga dan individu. Angkanya bergerak. Rekaman keluarga naik dari 95,0 juta menjadi 95,3 juta. Sementara individu, bertambah dari 289,0 juta menjadi 289,3 juta.
Perubahan itu wajar. Menurut Amalia, ada proses alamiah yang mempengaruhi data.
jelasnya.
Dari proses pemutakhiran itu, BPS juga menemukan sejumlah ketidaksesuaian. Tercatat ada inclusion error sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ternyata berada di Desil 5 ke atas padahal seharusnya tidak menerima bansos.
tutup Amalia.
Pertemuan itu juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, bersama sejumlah pejabat terkait lainnya. Mereka duduk bersama, membahas data, berusaha memastikan bantuan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Diskusi Publik Soroti Kebebasan Sipil dan Tantangan Demokrasi di Indonesia
Bupati Tulungagung Tersangka KPK, Diduga Pakai Surat Sakti untuk Paksa Pejabat
Papan Pintar IFP Tingkatkan Antusiasme Belajar Siswa di Pati
Jaksa Agung Mutasi 14 Pimpinan Kejaksaan Tinggi, Termasuk Dirtut Jampidsus