Di Kantor Kementerian Sosial Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul bertemu dengan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Pertemuan siang itu membahas satu hal krusial: hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2 untuk tahun 2026.
Gus Ipul tampak bersyukur. Menurutnya, proses pemutakhiran data yang rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali kali ini berjalan lebih cepat. Untuk triwulan kedua di bulan April, hasilnya bisa diterima sepuluh hari lebih awal dari jadwal biasa.
Demikian penjelasan Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026).
Data yang sudah diperbarui ini punya peran penting. Ia akan menjadi landasan utama untuk menetapkan penerima Bantuan Sosial reguler, seperti PKH dan BPNT, pada triwulan kedua. "Saya bersyukur sekali. Alhamdulillah DTSEN semakin solid, terus dilakukan langkah-langkah nyata sehingga error-nya terus menurun," ujarnya lagi.
Namun begitu, fungsinya tak cuma untuk bansos. Data mutakhir itu juga akan dipakai sebagai basis merekrut calon siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027. Sistemnya unik: tidak ada pendaftaran biasa.
Imbuhnya. Upaya penyempurnaan juga terlihat dari sinkronisasi data dengan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. "Alhamdulillah pemadanan DTSEN dengan Dukcapil terus diperkuat," kata Gus Ipul.
Artikel Terkait
Diskusi Publik Soroti Kebebasan Sipil dan Tantangan Demokrasi di Indonesia
Bupati Tulungagung Tersangka KPK, Diduga Pakai Surat Sakti untuk Paksa Pejabat
Papan Pintar IFP Tingkatkan Antusiasme Belajar Siswa di Pati
Jaksa Agung Mutasi 14 Pimpinan Kejaksaan Tinggi, Termasuk Dirtut Jampidsus