Menurut prediksi BMKG, puncak musim kemarau tahun ini bakal terjadi di bulan Agustus. Wilayah-wilayah di selatan khatulistiwa diperkirakan akan merasakan dampak paling serius.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, membeberkan rinciannya usai rapat dengan Komisi V DPR di Senayan, Senin lalu. Ia menyebut musim kemarau sudah mulai menyapa Indonesia sejak April, dengan puncak kedatangannya pada Mei.
"Awalnya dari timur dulu," ujarnya.
"Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, lalu Bali. Setelah itu merambat ke Pulau Jawa, terutama daerah pesisir, dataran tinggi, dan berlanjut ke Sumatera bagian selatan."
Faisal menambahkan, kondisi ini diperparah dengan fenomena El Nino yang diprediksi akan terjadi pada Juli mendatang, dengan intensitas lemah hingga moderat. Faktor inilah yang mendorong puncak kekeringan ke bulan Agustus.
Artikel Terkait
Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 337 Ponsel Ilegal Senilai Rp3,76 Miliar
Anwar Usman Purnabakti dari MK: Setiap Putusan Menambah Musuh
Pemutakhiran Data Bansos 2026: 11.014 Keluarga Dicoret, 25.665 Ditambahkan
Kemensos Gandeng Perusahaan Jepang Siapkan Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Caregiver