Perjuangan Panjang Epy Kusnandar: Kalahkan Kanker Otak, Hadapi Stroke Hingga Akhir Hayat

- Rabu, 03 Desember 2025 | 16:10 WIB
Perjuangan Panjang Epy Kusnandar: Kalahkan Kanker Otak, Hadapi Stroke Hingga Akhir Hayat

Perjalanan Akhir Epy Kusnandar: Dari Kanker Otak Hingga Serangan Stroke

Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Epy Kusnandar, aktor yang kerap menghadirkan tawa, meninggal dunia hari ini, Rabu (3/12). Kabar pilu ini disampaikan langsung oleh sang istri, Karina, lewat unggahan di Instagram. Ia menuliskan, Epy menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 14.23 WIB.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut besok, Kamis tanggal 4 Desember 2025. Kepergiannya tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.

Namun begitu, perjalanan hidup Epy dalam beberapa tahun terakhir memang penuh dengan cobaan kesehatan yang berat. Jauh sebelum wafat, tubuhnya sudah lama berjuang melawan penyakit.

Semuanya berawal sekitar tahun 2010 atau 2011. Saat itu, dia mendapat vonis yang mengerikan: kanker otak stadium akhir. Gejalanya sudah parah. Epy mengalami muntah-muntah tanpa henti, demam tinggi, tekanan darah melonjak, dan sakit kepala yang tak tertahankan. Kondisinya begitu kritis, dokter bahkan memberi prediksi suram. Usianya disebutkan mungkin hanya tersisa sekitar empat bulan lagi.

Tapi Epy bukanlah orang yang mudah menyerah. Alih-alih pasrah, dia memilih jalan lain. Dia beralih ke pengobatan alternatif. Dan luar biasa, pilihannya itu membawanya pada kesembuhan total. Vonis maut itu berhasil dia kalahkan.

Sayangnya, cerita itu belum berakhir. Di tahun 2020, badai kesehatan kembali datang. Epy mengalami stroke. Serangan ini cukup hebat, menyerang bagian tubuh kirinya dan merusak indra penglihatannya. Penglihatannya menjadi kabur, dan yang lebih tragis, mata kirinya mengalami kebutaan. Perjuangannya harus dimulai lagi dari nol.

Belum lama ini, tepatnya di pertengahan 2025, pria asal Garut, Jawa Barat itu kembali harus menjalani perawatan. Kali ini penyebabnya adalah keracunan makanan. Diduga, ini berasal dari santapan di pinggir jalan yang dimakannya tanpa cuci tangan terlebih dulu.

Gejalanya cukup serius: muntah dan diare hebat. Tapi sekali lagi, Epy menunjukkan ketangguhannya. Dia berhasil pulih dari insiden tersebut.

Hebatnya, semangatnya tak pernah padam. Setelah pulih dari keracunan, Epy masih sempat membuka bisnis kuliner baru. Tempat makannya sempat menjadi perbincangan, bahkan viral, karena kedatangan tamu yang tidak biasa: para preman. Itulah Epy Kusnandar, pejuang sejati yang terus bergerak meski tubuhnya tak lagi sehat sempurna.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar