Delegasi Iran baru saja pulang dari Islamabad dengan tangan kosong. Perundingan damai dengan Amerika di Pakistan itu buntu, tak membuahkan kesepakatan. Tak lama setelah kegagalan itu, Presiden AS Donald Trump merespons dengan keras: dia memerintahkan blokade atas Selat Hormuz.
Reaksi Teheran? Sama kerasnya. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan tegas menyatakan negaranya tak akan gentar menghadapi ancaman semacam itu.
“Kalau mereka melawan, ya kami lawan. Tapi kalau mereka bawa argumen logis, kami hadapi dengan logika juga,” ujar Ghalibaf kepada awak media di Teheran.
Dia melanjutkan dengan nada menantang, “Kami tidak akan tunduk. Silakan coba lagi uji tekad kami, biar kami beri pelajaran yang lebih besar.” Pernyataan itu disampaikannya usai kembali dari Pakistan, seperti dilaporkan Al Arabiya awal pekan ini.
Di sisi lain, ancaman Trump itu justru ditertawakan oleh petinggi militer Iran. Kepala Angkatan Laut mereka, Shahram Irani, menyebutnya sebagai hal yang “konyol” dan “menggelikan”.
Artikel Terkait
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai
95 Tewas dalam Tiga Hari Pertama Perayaan Songkran di Thailand