Jakarta - Perayaan Songkran di Thailand tahun ini kembali diwarnai kabar duka. Hanya dalam tiga hari pertama liburan, sudah 95 nyawa melayang akibat kecelakaan di jalan raya. Angka yang cukup mengerikan, bukan? Data resmi dari pemerintah setempat mencatat lebih dari 500 kejadian kecelakaan hingga Minggu (12/4/2026) tengah malam.
Festival Songkran itu sendiri sebenarnya adalah momen sakral. Ini perayaan Tahun Baru tradisional Thailand di pertengahan April, di mana orang saling menyiram air sebagai lambang penyucian dan harapan baru. Suasana spiritual untuk menghormati keluarga dan leluhur bercampur dengan kemeriahan "perang air" di jalanan yang jadi magnet turis mancanegara.
Tapi di balik kemeriahan itu, selalu ada bayangan kelam. Periode liburan ini bahkan punya julukan mengerikan: "Seven Dangerous Days". Ya, tujuh hari berbahaya. Lonjakan angka kecelakaan selalu melonjak tajam. Penyebabnya kompleks. Jutaan orang mudik secara bersamaan, lalu ada faktor alkohol dari perayaan, dan jalanan yang jadi licin karena basah disiram air.
Menurut laporan media lokal The Nation, ibukota Bangkok mencatatkan korban jiwa kumulatif tertinggi, yakni enam kematian.
Pihak berwenang mengaku pola kecelakaannya tak berubah banyak. Perilaku ugal-ugalan di jalan masih jadi biang keladi. "Ngebut dan menyetir dalam kondisi mabuk tetap menjadi penyebab utama," begitu kira-kira penjelasan mereka.
Dengan situasi seperti ini, perkiraan Kementerian Perhubungan jadi mencemaskan. Mereka memproyeksikan sekitar 10,65 juta kendaraan akan memadati arus masuk dan keluar Bangkok dalam rentang 10 hingga 19 April. Bayangkan saja keramaiannya.
(hsy/hsy)
Artikel Terkait
Untuk pertama kalinya sejak 1957, India tanpa satu pun negara bagian yang diperintah partai komunis
Dinas SDA DKI Inventarisasi Ulang Seluruh Saluran Lama Antisipasi Jalan Amblas
Perayaan Waisak 2570 di Bundaran HI, Wagub Rano Karno Sebut Cahaya Kedamaian Jadi Simbol Toleransi Jakarta
Empat Pria Berhasil Dievakuasi dari Gua Banjir di Laos, Dua Masih Hilang