Jakarta – Tanpa pengawalan protokol yang mencolok, bahkan tanpa atribut dinas lengkap, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali tiba-tiba muncul di Markas Komando Pasmar 1, Cilandak, Minggu pagi (12/4/2026). Ini bukan kunjungan biasa. Ali datang untuk inspeksi mendadak, mengecek langsung kesiapan prajurit Marinir di hari libur.
Tujuannya jelas: melihat realitas di lapangan, seobjektif mungkin. Apakah satuan tempur benar-benar siaga, kapan pun ancaman datang?
Jawabannya tak butuh waktu lama. Tiba-tiba, sirine meraung memecah kesunyian pagi. Skenario pun dimulai: pesawat udara asing diduga menyusup. Situasi langsung panas. Unsur elite Kopaska, yang telah menyusup sejak dini hari, bergerak melakukan sabotase dan bahkan mensimulasikan penculikan pejabat Marinir.
Simulasi makin seru dengan kedatangan pesawat King Air dan helikopter yang berusaha mengekstraksi tim di atas Gedung Cakra. Tapi, upaya itu gagal. Unit pertahanan udara Marinir bereaksi cepat, memaksa pesawat meninggalkan lokasi.
Dari pos pengamatannya, Kasal menyaksikan langsung dinamika di bawah. Koordinasi antar lini terlihat solid. Saat tim sabotase mencoba kabur dengan membawa sandera menggunakan kendaraan taktis, prajurit Marinir yang telah menggelar posisi tempur dengan tepat berhasil menggagalkan pelarian di pos penjagaan. Semua berjalan sesuai prosedur tempur.
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang