Bagi Bu Welas, kehadiran sekolah ini seperti angin segar. Selain jadi tempat yang aman buat Julio bertumbuh, beban finansialnya pun jauh berkurang. Dulu, Julio sering minta uang saku yang jumlahnya tak sedikit buat ukuran mereka. Sekarang, itu bukan masalah lagi.
Kini, di usianya yang senja, harapan Bu Welas sederhana saja. Ia ingin Julio tumbuh jadi pribadi mandiri, punya kehidupan yang layak nantinya.
“Pengennya pinter dan cucu saya jadi orang baik. Tidak terlantar. Saya sudah tua. Nanti sewaktu-waktu dipanggil yang maha Kuasa, nitip cucu saya Julio. Baik-baik di sana. Jadi orang yang baik,” harapnya dengan suara lirih penuh doa.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Presiden Prabowo.
“Matur nuwun Pak Prabowo. Putu kulo pun sekolah teng Sekolah Rakyat. Matur sembah nuhun. Kadose pinter, dados tiang sing genah.”
Artinya, terima kasih Pak Prabowo, cucunya bisa sekolah di sana. Semoga jadi orang yang hidupnya baik.
Buat dua orang ini, Sekolah Rakyat lebih dari sekadar bangunan tempat belajar. Itu adalah titik balik. Sebuah kesempatan yang menyelamatkan dan mengubah jalan hidup Julio ke arah yang lebih cerah.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem dan Hujan Es Landa Bekasi, Sejumlah Pohon Tumbang Tutupi Jalan
Polisi Buru Preman Pelaku Pemalakan Rp100 Ribu kepada Sopir Bajaj di Tanah Abang
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis