Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Julio, Lepas dari Kenakalan Remaja

- Minggu, 12 April 2026 | 18:45 WIB
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Julio, Lepas dari Kenakalan Remaja

Oleh: Ricardo Julio

Surakarta - TVRINews

Usianya sudah 74 tahun. Bu Welas tak sanggup lagi mendorong gerobak sayurnya berkeliling kampung. Tapi di sudut hatinya yang paling dalam, masih tersimpan satu harapan yang tak pernah padam: masa depan sang cucu, Julio. Mereka tinggal berdua di Kampung Kedung Tungkul, Mojosongo, dengan segala keterbatasan yang ada.

Hidup Julio memang tak mudah. Ayahnya sudah tiada sejak ia masih balita. Pendidikannya pun mandek di kelas tiga Sekolah Dasar. Tanpa arah yang jelas, hari-harinya lebih banyak dihabiskan di jalanan, bergaul dengan teman-teman yang salah, dan terjerumus dalam kenakalan remaja.

“Dulu Julio nakal. Sama temen-temannya sering lempar-lemparan batu atau pisau (tawuran),” kenang Bu Welas, pada suatu Minggu di pertengahan April 2026.

Melihat cucunya seperti itu, hati nenek tua ini rasanya seperti diiris-iris. Ia pun berusaha mencari cara. Akhirnya, Julio didaftarkan ke Sekolah Rakyat. Sekolah berasrama gratis ini digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, khusus untuk anak-anak dari keluarga yang benar-benar kekurangan.

Dan perubahan itu pun datang, perlahan tapi nyata. Setelah masuk Sekolah Rakyat, sikap Julio berubah drastis. Ia jadi lebih tenang, semangat belajarnya kembali, dan yang paling mengharukan, hubungannya dengan neneknya jadi jauh lebih dekat dan hangat.

“Senang, di sini dia bisa mendekap, merangkul, menciumi saya. Katanya, ‘Mak aku seneng, di rumah sering dimarahi. Di sekolah gak pernah dimarahi’,” ujar Welas, menceritakan ucapan Julio.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar