Lantas, bagaimana dengan perundingan itu sendiri? Peluang gagalnya, kata Rezasyah, justru bisa datang dari sekutu AS sendiri. Israel, misalnya, yang mungkin merasa diabaikan karena AS memilih jalur dialog sepihak dengan Tehran. Situasi ini bisa memicu ulah yang memicu kegagalan.
Belum lagi kondisi domestik Trump sendiri. "Perundingan kali ini juga pelik," tambah Rezasyah.
Ia menduga ancaman pemakzulan yang dihadapinya bisa menjadi variabel tak terduga. Presiden yang terdesak berpotensi mengubah atau bahkan menggagalkan kesepakatan yang sedang berproses, hanya untuk menunjukkan kekuatan. Semuanya jadi makin tidak pasti.
Artikel Terkait
Penjualan Mobil Nasional Anjlok 13,8% pada Maret 2026, Libur Panjang Jadi Penyebab
Dukcapil: Proses Cetak Ulang e-KTP Hilang Gratis dan Tanpa Surat RT/RW
Oknum Bhabinkamtibmas Grobogan Diamankan Usai Viral Minta Uang Keamanan ke Ibu-ibu
Polisi Karawang Amankan Mobil Pelaku Tabrak Lari Usai Video Viral